Selasa, 2 Desember 2014

Pemerintah Australia ingin menekan angka perkahwinan di bawah umur.
SYDNEY, KOMPAS.com — Seorang anak perempuan berusia 9
tahun dari Sydney dilaporkan telah meninggalkan Australia untuk
dinikahkan di luar negeri oleh orangtuanya.
Pusat Pelayanan Kesihatan bagi Imigran Wanita di Sydney Barat mengatakan, mereka mendapat keterangan hari Isnin (1/12/2014) mengenai kes yang melibatkan seorang anak gadis berusia sembilan tahun. Pusat tersebut sudah berbicara dengan ibu sang anak perempuan, tetapi tidak boleh mendapatkan keterangan lebih lanjut. Diperkirakan anak tersebut akan dinikahkan di Timur Tengah.
ABC belum boleh mendapatkan pengesahan mengenai kebenaran berita tersebut.
Menteri Kehakiman Federal Australia Minister Michael Keenan mengatakan, pemerintah sudah melancarkan rancangan keamanan perkahwinan yang diatur, yang akan memungkinkan para wanita muda di Australia memberikan laporan bila mereka dipaksa berkahwin muda.
"Kami sangat berharap bahawa bila seseorang mengetahui adanya tindakan jenayah seperti itu untuk melapor atau membantu melaporkan sehingga kami boleh melakukan sesuatu," kata Keenan. "Kami akan menyediakan berbagai material yang boleh membantu masyarakat mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan sehingga tindak jenayah seperti itu boleh dilaporkan dan pihak berwenang bolehmelakukan sesuatu," tambahnya.
Pusat Pelayanan Kesihatan bagi Imigran Wanita di Sydney Barat mengatakan, mereka mendapat keterangan hari Isnin (1/12/2014) mengenai kes yang melibatkan seorang anak gadis berusia sembilan tahun. Pusat tersebut sudah berbicara dengan ibu sang anak perempuan, tetapi tidak boleh mendapatkan keterangan lebih lanjut. Diperkirakan anak tersebut akan dinikahkan di Timur Tengah.
ABC belum boleh mendapatkan pengesahan mengenai kebenaran berita tersebut.
Menteri Kehakiman Federal Australia Minister Michael Keenan mengatakan, pemerintah sudah melancarkan rancangan keamanan perkahwinan yang diatur, yang akan memungkinkan para wanita muda di Australia memberikan laporan bila mereka dipaksa berkahwin muda.
"Kami sangat berharap bahawa bila seseorang mengetahui adanya tindakan jenayah seperti itu untuk melapor atau membantu melaporkan sehingga kami boleh melakukan sesuatu," kata Keenan. "Kami akan menyediakan berbagai material yang boleh membantu masyarakat mengetahui apa saja yang harus mereka lakukan sehingga tindak jenayah seperti itu boleh dilaporkan dan pihak berwenang bolehmelakukan sesuatu," tambahnya.
Pengarah Pusat Kesihatan bagi Wanita Imigran, mengatakan, strategi ini tidak akan berhasil kerana banyak wanita muda yang tidak akan melaporkan hal tersebut kerana ini berhubungan dengan keluarga mereka.
"Perkahwinan paksa dan pengantin di bawah umur terjadi di banyak masyarakat yang berbeda-beda, komuniti ini tidak akan menulis di online atau berbicara dengan media mengenai apa yang terjadi dalam keluarga mereka," kata Sharobeem.
"Saya tidak mengharapkan kita akan memenjarakan para orangtua. Saya sudah berbicara banyak di antara mereka mengenai perlunya berbicara dengan pihak berwenang, tetapi segera setelah saya mengatakan hal tersebut, mereka langsung berkata, 'Kami tidak akan mau lagi berbicara dengan anda'."
Menurut Dr Sharobeem, yang harus dilakukan pemerintah adalah menyediakan sumber daya lebih banyak untuk melakukan kegiatan pendidikan di tingkat akar rumput, dan mengajarkan kepada anak-anak perempuan untuk berbicara dengan orangtua mereka.
"Ajari mereka bagaimana berbicara dengan orangtua mereka, kerana ibu mereka berniat mengirim mereka untuk mengahwini lelaki yang tidak dikenal sebelumnya. Ini yang paling sering kami dengar dari para gadis tersebut," kata Dr Sharobeem.
Pemerintah mengatakan, rencana aksi nasional ini merupakan strategi yang dilakukan Australia guna mengatasi persoalan kahwin paksa untuk masa lima tahun mendatang.
| Editor | : Egidius Patnistik |
| Sumber | : ABC Australia |
No comments:
Post a Comment