08/12/2014
Discovery Channel/ Twitter
Jakarta - Program 'Eaten Alive' di
Discovery Channel yang menayangkan adegan Paul Rosolie dimakan anaconda
sudah disiarkan. Namun ternyata tak ada adegan ditelan sebagaimana yang
digembar-gemborkan.
Diberitakan AFP, Isnin (8/12/2014), program itu sudah tayang pada Ahad (7/12) waktu Amerika Syarikat. Tak sedikit kemudian yang merakam dan menyebarkannya di media sosial.
Rosolie mengenakan 'baju besi' yang didesain untuk melindunginya dari gigitan anaconda dan boleh selamat ketika ditelan. Baju itu berbentuk seperti robot yang dilengkapi dengan kamera dan alat komunikasi.
Dari video yang tayang selama 2 jam itu (anaconda baru muncul di minit ke-70), tampak adegan ketika Rosolie berjibaku dengan anaconda besar yang panjangnya disebut 7 meter tersebut. Dia sempat digigit di bahagian tangan, kemudian dililit seluruh badan.
Lalu, sebuah momen dramatik terlihat ketika kepala ular berusaha meremukkan helmet Rosolie. Di situlah, mulai terjadi kepanikan. Pakar haiwan reptilia itu merasa ada kemungkinan helmetnya boleh rosak dan berdampak pada fisikalnya.
"Saya merasakan rahangnya di helmet saya dan saya boleh mendengar dia mendesis," ujar Rosolie.
Setelah itu, anggota pasukan yang berada di sekeliling Rosolie bergerak melakukan evakuasi. Kondisi pernafasan dan detak jantungnya tercatat tidak stabil sehingga rakan-rakannya khuatir
Diberitakan AFP, Isnin (8/12/2014), program itu sudah tayang pada Ahad (7/12) waktu Amerika Syarikat. Tak sedikit kemudian yang merakam dan menyebarkannya di media sosial.
Rosolie mengenakan 'baju besi' yang didesain untuk melindunginya dari gigitan anaconda dan boleh selamat ketika ditelan. Baju itu berbentuk seperti robot yang dilengkapi dengan kamera dan alat komunikasi.
Dari video yang tayang selama 2 jam itu (anaconda baru muncul di minit ke-70), tampak adegan ketika Rosolie berjibaku dengan anaconda besar yang panjangnya disebut 7 meter tersebut. Dia sempat digigit di bahagian tangan, kemudian dililit seluruh badan.
Lalu, sebuah momen dramatik terlihat ketika kepala ular berusaha meremukkan helmet Rosolie. Di situlah, mulai terjadi kepanikan. Pakar haiwan reptilia itu merasa ada kemungkinan helmetnya boleh rosak dan berdampak pada fisikalnya.
"Saya merasakan rahangnya di helmet saya dan saya boleh mendengar dia mendesis," ujar Rosolie.
Setelah itu, anggota pasukan yang berada di sekeliling Rosolie bergerak melakukan evakuasi. Kondisi pernafasan dan detak jantungnya tercatat tidak stabil sehingga rakan-rakannya khuatir
sumber: detikNews
No comments:
Post a Comment