Saturday, December 6, 2014

Kanak-kanak Kecil Batuk Ketika Menonton Konsert, Violis Korea "Mengamuk"

6 Disember 2014
 
IST Violis asal Korea Selatan Kyung Wha-chung sudah 12 tahun tidak pernah tampil di London, Inggris..

LONDON, KOMPAS.com — Pemain biola (violis) terkenal, Kyung Wha-chung, mengejutkan para penonton di Royal Festival Hall, London, kerana memarahi orangtua dari seorang anak yang batuk di tengah konsertnya.
Wanita Korea Selatan berusia 66 tahun itu tidak tampil di London selama 12 tahun terakhir, antara lain kerana cedera jari.

Ketika membawakan Sonata in G karya Mozart, seorang anak perempuan batuk dan sang violis langsung melampiaskan kemarahannya.
"Mungkin bawa dia kembali ketika sudah lebih dewasa," tegurnya dari atas panggung Royal Festival Hall, aula pertunjukan muzik di pusat kota London.

Penulis muzk akhbar The Times, Anna Picard, yang menyaksikan konsert Chung, mengatakan, tanpa insiden itu saja suasana terasa "agak tegang" kerana pengharapan yang tinggi atas tampilnya dia kembali di London.
"Dengan satu kerutan, suasana yang sudah mudah tersinggung berubah menjadi beracun," tulisnya dalam artikelnya.

Dapat dukungan
Sementara itu, pemain biola Inggeris, Thomas Gould, yang juga berada di RFH, mengatakan, "Sukar untuk disenangkan oleh Mozart-nya Kyung Wha-chung setelah kemarahannya atas orangtua dari anak yang batuk."
"Namun, temperatur yang meningkat menambahkan agresiviti dalam (gubahan) Prokofiev," tambahnya.

Seorang pemuzik lain, Elizabeth Stahlmann, mengatakan, banyak yang batuk dalam konsert itu dan tidak tepat untuk menjadikan anak kecil sebagai sasaran. Bagaimanapun tindakan Chung didukung oleh beberapa orang, antara lain oleh seorang komposer, Sasha Valeri Millwood.
"Perilaku penonton yang buruk banyak meruosak konsert besar dalam pengalaman saya, baik ketika saya sedang di pentas  maupun ketika sedang menonton," katanya.

Batuk menjadi masalah yang biasa dalam konsert muzk klasik pada musim dingin dan sebuah penelitian akademis tahun 2013 menyebutkan, pada musim dingin, orang cenderung batuk lebih sering ketika menonton konsert dibanding dalam kehidupan sehari-hari.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: BBC Indonesia

No comments:

Post a Comment