Thursday, December 4, 2014

Remaja pemberi maklumat kepada polis dibunuh kejam

Khamis, 4 Desember 2014
 
Daily Mail Foto yang diambil dari rakaman video ini memperlihatkan saat-saat salah seorang dari tiga remaja Brazil menembak kepala Marcos Monteiro (18) yang dituduh menjadi informan polis .

BRASILIA, KOMPAS.com —  Polis Brazil tanpa sengaja menangkap seorang remaja yang membunuh seorang remaja lainnya. Polis menangkap remaja itu setelah menghentikannya ketika memandu kereta  dengan kecepatan tinggi.

Ketika itu, polis  menemui pemandu kereta Levon Valencia Puga (16) tidak memiliki SIM dan  memandu kereta yang bukan kepunyaannya. Alhasil, polis  memutuskan untuk menahan dan memeriksa Levon.

Di Balai polis  , para penyiasat   justru menemui hal yang tidak disangka ketika memeriksa telepon selular Levon. Dalam telepon selular itu Levon ternyata merakam detik-detik terakhir seorang remaja yang akan dieksekusi.

Dalam video itu memperlihatkan Marcos Vinicius Caixeta Monteiro (18) duduk di dalam sebuah kereta  bersama tiga orang laki-laki yang dipercayai kuat masih berusia remaja. Marcus tampaknya dipaksa tiga orang itu untuk duduk di bangku belakang.

Levon terus merakam kejadian di dalam kereta itu yang sedang bergerak menuju ke pinggiran kota Goiania, negara   Goias, Brazil.

Menyedari dirinya dalam bahaya, Marcos terlihat sangat ketakutan, apalagi ketiga orang itu mengatakan bahawa dia akan segera mati kerana memberikan informasi kepada polis  yang berakhir pada penahanan seorang penjenayah.

Ketika kereta itu berhenti, Marcos keluar dan mencuba melarikan diri sebelum terdengar tiga kali suara tembakan. Video itu kemudian memperlihatkan satu dari ketiga orang di dalam kereta  berjalan menghampiri Marcos yang sudah tergeletak.

Dia lalu memijak kepala remaja malang itu beberapa kali. Mereka lalu mengisi kembali pistol mereka sebelum orang kedua menembak kepala Marcos dari jarak sangat dekat.

Setelah Marcos meninggal, sekelompok orang itu dengan tenang berjalan kembali menuju kereta, sambil membicarakan peristiwa itu seolah mereka tak melakukan hal yang salah. Dalam rakaman itu terdengar Levon mengatakan, "Pergilah bersama Tuhan."

Seorang jurucakap polis    membenarkan penahanan Levon dan mengatakan bahawa mereka sedang mencuba mengenalpasti dan mengejar dua orang lain yang ada di dalam rakaman video itu.

"Satu hal yang sangat mengejutkan dalam kes ini adalah suspek yang ditahan saat ini sama sekali terlihat tak peduli ketika rakaman itu ditemukan. Dia sangat tenang dan mengisahkan semua yang terjadi secara terperinci tanpa menunjukkan emosi sama sekali," ujar Kleyton Manoel Dias, ketua polis setempat.

Sementara itu, keluarga Marcos Monteiro menginginkan keadilan terkait kematian remaja itu. "Dia tak layak menerima kematian seperti itu," kata salah seorang keluarga  Marcos.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Mirror

No comments:

Post a Comment