Monday, December 1, 2014

Taliban Gunakan Burung Sebagai 'Pesawat' Pengebom


 1 Desember 2014

HAAMA.co

Seorang anggota kepolisian Afganistan menunjukan burung pembawa bom yang berhasil ditembak mati.
Taliban Gunakan Burung Sebagai 'Pesawat' Pengebom - bom-burung_0112.jpg
KHAAMA.com
Seorang anggota Polis Afganistan menunjukan burung pembawa bom yang berjaya  ditembak mati. 
TRIBUNNEWS.COM, AFGHANISTAN - Setelah sebelumnya menggunakan keledai untuk melekatkan bom, Taliban kini dipercayai menggunakan seekor burung untuk melakukan aksi serangan bom. Hal ini terungkap setelah Polis Afghanistan berhasil menembak mati seekor burung yang terbang rendah mendekati titik pemeriksaan yang berada di Provinsi Faryab yang berbatasan dengan Turkmenistan pada Sabtu (29/11/2014) kemarin.
Ini, merupakan kali pertama polis  Afghanistan menemui kaedah serangan bom dengan menggunakan seekor burung. 

Berdasarkan penjelasan dari pihak   polis , burung itu pertama kali terdeteksi ketika terbang rendah diatas pos pemeriksaan di jalan yang menghubungkan Provinsi Faryab dan Jawjan di Daerah Shereen Tagab.


Bird Bomb
"Burung ini dilengkapi dengan peralatan GPS yang dipasang di bahagian kepala. Jelas ini digunakan oleh pihak yang belum kami ketahui, kemungkinan Taliban untuk melakukan serangan bom terhadap polis ," jelas Ahmadullah, seorang anggota  polis  setempat, sebagaimana dikutip tribunjogja.com dari khaama.com.

Menurut dia, pihak penyerang terbukti mencuba menggunakan media lainnya untuk melakukan serangan bom. sebelumnya, Taliban diketahui menggunakan seekor keledai untuk melakukan aksi serangan bom. 

Belajar dari peristiwa itu,   polis  pun langsung mengerahkan sniper untuk melumpuhkan burung yang teridentifikasi membawa sesuatu yanng mencurigakan. Akhirnya, seorang penembak jitu berhasil melumpuhkan burung itu sebelum bom yang dibawanya meledak mengenai petugas  polis .

"Beruntung tidak ada yang terluka, kami sangat berterima kasih atas aksi pencegahan ini sehingga tidak terjadi sebuah penyerangan yang tak biasa," tambahnya.
Ahmadullah menegaskan bahawa pihaknya baru pertama kali menemui kaedah  yang digunakan untuk menyerang institusi pemerintahan tersebut.

Belum jelas siapa yang paling bertanggung jawab atas percubaan aksi penyerangan bom itu. Namun, lokasi Provinsi Faryab selama ini dikenal sebagai lokasi rawan lantaran kerap kali menjadi sasaran penyerangan dari milisi Taliban dan Al-Qaeda.

Dari peristiwa tersebut, anggota tentera kini dituntut untuk lebih waspada terhadap berbagai macam kemungkinan yang boleh dijadikan media untuk menyerang mereka. (mon/tribunjogja)

No comments:

Post a Comment