1 Desember 2014
HAAMA.co
Ini, merupakan kali pertama polis Afghanistan menemui kaedah serangan bom dengan menggunakan seekor burung.
Berdasarkan
penjelasan dari pihak polis , burung itu pertama kali terdeteksi
ketika terbang rendah diatas pos pemeriksaan di jalan yang menghubungkan
Provinsi Faryab dan Jawjan di Daerah Shereen Tagab.
"Burung
ini dilengkapi dengan peralatan GPS yang dipasang di bahagian kepala.
Jelas ini digunakan oleh pihak yang belum kami ketahui, kemungkinan Taliban untuk melakukan serangan bom terhadap polis ," jelas Ahmadullah, seorang anggota polis setempat, sebagaimana dikutip tribunjogja.com dari khaama.com.
Menurut dia, pihak penyerang terbukti mencuba menggunakan media lainnya untuk melakukan serangan bom. sebelumnya, Taliban diketahui menggunakan seekor keledai untuk melakukan aksi serangan bom.
Belajar
dari peristiwa itu, polis pun langsung mengerahkan sniper untuk
melumpuhkan burung yang teridentifikasi membawa sesuatu yanng
mencurigakan. Akhirnya, seorang penembak jitu berhasil melumpuhkan
burung itu sebelum bom yang dibawanya meledak mengenai petugas polis .
"Beruntung tidak ada yang terluka, kami sangat
berterima kasih atas aksi pencegahan ini sehingga tidak terjadi sebuah
penyerangan yang tak biasa," tambahnya.
Ahmadullah menegaskan
bahawa pihaknya baru pertama kali menemui kaedah yang digunakan untuk
menyerang institusi pemerintahan tersebut.
Belum jelas siapa yang
paling bertanggung jawab atas percubaan aksi penyerangan bom itu. Namun,
lokasi Provinsi Faryab selama ini dikenal sebagai lokasi rawan lantaran
kerap kali menjadi sasaran penyerangan dari milisi Taliban dan Al-Qaeda.
Dari
peristiwa tersebut, anggota tentera kini dituntut untuk lebih waspada
terhadap berbagai macam kemungkinan yang boleh dijadikan media untuk
menyerang mereka. (mon/tribunjogja)


No comments:
Post a Comment