Monday, January 5, 2015

Benci imigran muslim, politikus Czech hendak sebar babi di masjid

5/1/15

Benci imigran muslim, politikus Ceko hendak sebar babi di masjid
Politikus rasis pemimpin parti pembangkang Czech, Tomio Okamura. ©2015 CTK/Kamaryt Michal   
Tomio Okamura, politikus Republik Czechoslovakia menulis di akaun Facebooknya agar masyarakat mengganggu umat Islam, khususnya imigran.Lelaki berdarah Jepun ini menyerukan pemilik hewan babi dan anjing, yang dianggap najis buat muslim, melepas hewan-hewan mereka di masjid. 
Okamura sekaligus mengimbau warga Czech untuk tidak membeli makanan atau barang toko milik muslim.
"Jaga kehidupan demokratik dengan menjaga kelestarian budaya kita sebelum Islam masuk," tulisnya pada akaun Facebook seperti yang dilansir dari Times of Israel, Isnin (5/1).

Pada Sabtu minggu lalu, dia sempat menulis sebuah catatan yang ditujukan untuk para warga Czech untuk 'membersihkan' para Muslim dari negara mereka dan memperingatkan mereka (Muslim) jika mereka bebas meninggalkan Czech bila-bila saja.
"Cukup diingat, kita tidak memiliki toleransi kepada mereka dan mereka hanya tamu di Czech. Jadi saya sarankan kita tidak boleh bertoleransi dan berbaik hati kepada mereka," tulis Okamura.

Sebelum melontarkan seruan agar masjid dimasuki hewan-hewan najis, Okamura mengaku telah berbicara dengan pasukan peguam . Dia optimis Pemerintah Czech tidak boleh menjeratnya dengan pasal apapun.

Adapun Menteri HAM Czech Jiri Dienstbier menolak berkomentar mengenai kemungkinan Okamura dikenai pasal hasutan.
Pemimpin Parti Oposisi Fajar Demokrasi Cekoslowakia (DDP) itu tercatat bukan sekali dua kali bertindak kontroversial. Okamura sempat menolak sistem pemotongan hewan halal. Kebijakan untuk mengakomodasi umat muslim, baginya, harus dilarang di negara Eropah Timur ini.

Tidak dijelaskan, mengapa Okamura yang bukan penduduk pribumi Czech amat benci dengan imigran. Baik dari negara-negara muslim maupun warga eksodus dari Rumania dan Greece.

DDP yang dipimpin Okamura pada pemilu 2013 mendapat 6.88 peratus suara,  Czech.
sumber: Merdeka.com

No comments:

Post a Comment