7/1/15
Novelis Perancis Michel Houellebecq. ©independent
Pemimpin
Parti Muslim Perancis memenangi pemilihan umum presiden, kaum wanita meninggalkan gaya berpakaian ala Barat dan tidak bekerja,
guru-guru non muslim dipaksa berhenti mengajar dan poligami
dibolehkan--itulah wajah Perancis pada 2022 menurut sebuah buku.
Novel berjudul Submission karangan Michel Houellebecq menimbulkan kontroversi sebelum dilancarkan.
Surat khabar the Independent melaporkan, Selasa (6/1), dengan munculnya novel itu kritikus menuding Houellebecq sedang menyebarkan ketakutan akan Islam atau Islamophbia di Perancis.
Laurent Joffrin, redaktur akhbar nasional Liberation mengatakan Submission akan menjadi sejarah kerana menawarkan idea aliran politik sayap kanan dalam kesusasteraan Perancis.
Novel ini akan dirilis besok di Perancis, tiga bulan sebelum pemilihan umum presiden. Isu terkait imigran kini tengah mengemuka di publik Negera itu.
Namun Houellebecq membantah novel bikinannya sebagai bentuk provokasi. Dia menyebut novelnya lebih realistis bagi masa depan Perancis.
"Saya mempercepat sejarah, tapi saya tidak bilang buku ini provokasi jika yang dimaksud adalah membuat orang takut," kata dia dalam wawancara dengan Paris Review.
"Buku ini memang punya sisi yang menakutkan. Saya memakai taktik ketakutan. Tapi tak jelas juga apa yang kita takutkan, pribumi atau muslim. Saya biarkan hal itu jadi misteri."
Sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment