5/1/15
Gambar hiasan kue mochi. ©Shutterstock/jreika
Sembilan
dari 18 warga yang dikejarkan ke Rumah Sakit di seputar Tokyo meninggal
akhir minggu lalu. Penyebab kematian mereka adalah tersedak kueh beras
yang biasa disebut mochi.
Insiden makan kueh mochi berakhir maut, mewabah sepanjang malam
perayaan tahun baru 2015. Dilaporkan Japan Today, Isnin (5/1), selama
libur tahun baru dan sehari setelahnya, ada 31 kes orang tersedak kueh
mochi di seluruh wilayah Negeri Matahari Terbit. Mayoriti korban
berusia antara 50-90 tahun.
"Dua mangsa yang meninggal yang pertama kali dilaporkan adalah lelaki 84 tahun
asal Kokubunji dan lelaki 76 tahun asal Daerah Koto," seperti dikutip
dari laporan TV Asahi.
Surat khabar nasional bertiras tertinggi, Yomiuri Shimbun, sampai mengulas tragedi tersedak kueh mochi itu. Hingga berita ini dilansir, 13 orang masih dalam kondisi kritikal.
Walau terkesan mengejutkan, insiden sebagaimana terjadi tahun ini
rupanya bukan barang baru. Ramai warga Jepun rutin tersedak tiap
merayakan pergantian tahun masehi dengan menikmati mochi. Tapi Polis Tokyo mengakui jumlah korban meninggal selama 2014-2015 salah
satu yang terbanyak sepanjang sejarah.
Mochi biasanya dinikmati bersama sup Ozouni. Korban potensial,
terutama warga emas dan bayi, kini mendapat imbauan dari Polis Jepun
agar memotong mochi kecil-kecil sebelum memakannya.
|Sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment