1/1/15
Peta dunia buatan HarperCollins untuk Timur Tengah tidak ada wilayah Israel. dailymail.co.uk ©2015 Merdeka.com
Perusahaan
penerbitan raksasa dari Amerika Syarikat HarperCollins dihujai kritikan kerana di buku peta dunia mereka buat tidak ada Israel. Langkah ini
diambil sebab konsumen atlas mereka paling banyak dari Timur Tengah.
Surat khabar the Daily Mail melaporkan, Khamis (1/1), Collins Bartholomew, juru cakap HarperCollins mengatakan Amerika tidak diterima di negara mayoriti penduduknya muslim. Terutama sekali di Jalur Gaza, Palestin , dan Jordan.
Selain itu perusahaan ini juga sudah membuat peraturan jika produk-produk mereka buat akan menghormati budaya lokal. Meski demikian Uskup Declan Lang mengatakan publikasi atlas ini sebenarnya mempertegas jika Israel benar-benar ada dan punya pengaruh di dunia Arab.
"Lagi pula sikap itu malah merosak rencana perdamaian," ujar Lang.
Padahal pemilik perusahaan ini salah satunya praktisi media Rupert Murdoch yang tersohor pro-Israel. Lantaran kritikan ini mereka pun akhirnya minta maaf dan akan menarik produk atlas tanpa Negeri Zionis dari peredaran.
Namun ini pun buat banyak pengguna jejaring sosial mengamuk dan menyerukan pemboikotan pada HarperCollins.
Menurut Dr Jane Clements, direktur lembaga Kristian dan Yahudi, peta mempunyai kekuatan yang cukup diperhitungan lantaran boleh 'melegitimasi' negara atas negara lain. Beberapa peta yang menyertakan Israel yakni Google Maps, Apple Maps, MapQuest, National Geographic, Peters World Map, Yahoo! Maps, dan Loneny Planet.
Sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment