Sunday, February 8, 2015

Lelaki diceraikan kerana pilih rawat anak 'Down Syndrome'

 7/2/15

 
Mirror Samuel Forrest dan puteranya, Leo yang baru lahir bulan lalu. Akibat Leo menderita Down Syndrome, Samuel harus bercerai dengan sang isteri yang tak mau merawat bayi itu.

AUCKLAND,    Seorang lelaki dari New Zealand   diceraikan isterinya setelah menolak meninggalkan putera mereka yang menderita down syndrome. Sang isteri merasa kondisi anaknya itu akan membawa aib bagi keluarganya.

Samuel Forest dan isterinya, Ruzan Badalyan, menyambut putera pertama mereka, Leo, yang lahir pada 21 Januari di sebuah rumah sakit di Armenia, tempat keluarga itu tinggal ketika ini.

Namun, hanya beberapa jam setelah kelahiran Leo, Forrest menerima ultimatum dari isterinya untuk meninggalkan putera pertamanya itu atau bercerai. Padahal, pasangan ini baru menikah selama 18 bulan.

Kondisi Leo yang menderita down syndrome menjadi permasalahan. Ruzan sudah menolak melihat dan menyentuh Leo yang menderita down syndrome kerana dalam budaya Armenia terdapat kepercayaan bahawa kondisi Leo akan membawa aib bagi keluarga besar Ruzan, termasuk untuk Samuel, sang ayah.

Saat Leo lahir, Samuel mengatakan, doktor tak langsung mengizinkan dia untuk melihat putera sulungnya itu atau melihat isterinya.

"Doktor keluar dari ruang persalinan dengan membawa seorang bayi yang dibungkus. Doktor menutupi wajahnya (Leo) dan melarang saya melihat dia atau ibunya," kata Samuel kepada ABC News.

"Doktor kemudian mengatakan, ada masalah dengan putera saya," kenang Samuel.

Samuel melanjutkan, dia sangat terkejut ketika doktor mengatakan bahawa putera sulungnya itu menderita down syndrome. Namun, tak pernah terlintas dalam fikirannya untuk menelantarkan bayi itu.

"Doktor kemudian membawa saya untuk melihat Leo. Saya lalu melihatnya dan mengatakan bahawa dia bayi yang tampan, sempurna, dan tentu saja saya akan merawatnya," ujar Samuel.

Ketika dia membawa Leo untuk menemui isterinya, ternyata tanggapan sang isteri di luar dugaan. Dia mengancam akan meninggalkan suaminya jika tetap akan merawat si  bayi itu.

"Apa yang terjadi jika bayi seperti Leo lahir di sini (Armenia), mereka akan mengatakan kepada anda untuk tidak merawatnya. Isteri saya sudah memutuskan, semua dilakukan tanpa sepengetahuan saya," lanjut Samuel.

Bercerai

Seminggu setelah kelahiran Leo, Ruzan mengajukan permohonan cerai ke mahkamah setempat. Kini, Samuel berusaha keras mengumpulkan wang untuk meninggalkan negeri Eropah Timur itu dan membawa Leo kembali ke New Zealand untuk dirawat.

Samuel membuka laman pengumpulan dana di internet yang dalam 24 jam sudah mengumpulkan wang sebesar 100,000 dollar AS . Samuel sangat terkejut dengan besarnya dukungan yang dia peroleh.

"Leo dan saya menyedari, dalam beberapa jam, kami sudah melampaui  sasaran yang kami tetapkan. Dia adalah anak yang beruntung mendapatkan dukungan dari ribuan teman di seluruh dunia," kata Samuel.

Wang yang didapat akan digunakan untuk mencari rumah di Auckland, New Zealand , dan untuk memberikan pendidikan bagi Leo pada kemudian hari.

Samuel juga merancang mengumpulkan dana bagi para orangtua di Armenia yang melahirkan anak-anak penderita down syndrome dan disabiliti lainnya.

"Kami ingin membahagi kelebihan dana ini dengan satu-satunya panti asuhan di Armenia yang biasa menampung anak-anak down syndrome dan organisasi lain yang boleh membantu anak-anak ini," ujar Samuel.

Tujuan awal Samuel dan Leo adalah mengumpulkan cukup dana untuk biaya hidup setahun sehingga Samuel boleh mencari kerja separuh  masa dan merawat putera tercintanya.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: Daily Mail/
KOMPAS.com

No comments:

Post a Comment