Saturday, February 28, 2015

Sedih ibunya meninggal, lelaki ini tembak mati delapan orang

28/2/15

Sedih ibunya meninggal, pria AS tembak mati delapan orang
Lelaki depresi dipercayai pelaku penembakan di Missouri, AS, bunuh  delapan orang. ©2015 Merdeka.com/Doug Davidson/Houston Herald
Kes penembakan maut kembali terjadi untuk kesekian kalinya di Amerika Syarikat. Insiden yang terjadi Khamis malam waktu setempat, atau Sabtu (28/2) dini hari tadi, berlokasi di Daerah Tyrone, Kota Missouri.

Pelaku, lelaki berusia 36 tahun, mendatangi empat rumah tetangganya lalu menembak setiap orang yang dia temui. Stesyen Televisyen USA Today melaporkan, polis memastikan korban maut  sebanyak delapan orang.

"Pelaku ditemui mati di sebuah kenderaan. Bukti sementara menunjukkan dia bunuh diri setelah melakukan aksinya," kata Sersan Jeff Kinder di lokasi kejadian.
Jika pelaku dihitung, maka korban maut menjadi sembilan. Aksi biadab itu sekaligus menyebabkan tiga orang mengalami luka tembak serius.

Polis  sampai saat ini belum mengungkap detail identiti pelaku maupun seluruh korban. Petugas menemui satu jasad lain, seorang wanita diperkirakan berusia 70-an, yang meninggal kerana sebab alamiah beberapa jam sebelum kejadian penembakan.

Nama belakang jasad perempuan itu sama dengan pelaku. "Atas penemuan ini, kami menduga pelaku melakukan penembakan tak lama seusai mengetahui ibunya meninggal," kata Petugas Koroner Polis Texas, Tom Whittaker.

Kesimpulan polis belum muktamat kerana penyiasatan masih berjalan. Adapun para korban terdiri atas tiga lelaki dan dua wanita. Rentang usia para korban adalah 40-60 tahun.

Gubernur Missouri Jay Nixon berbela sungkawa untuk para korban. "Ini adalah tragedi yang sangat mengejutkan. Simpati saya kepada para korban dan keluarganya."

Daerah Tyrone adalah kawasan terpencil yang warganya saling mengenal satu sama lain. Jarak antara rumah cukup berjauhan namun masih boleh dijangkau dengan jalan kaki.

Penembakan ini dilaporkan pada polis  pukul 10.15 waktu setempat oleh seorang remaja perempuan. Tak lama setelah melapor pada 911, saksi lari  ke rumah tetangganya.

Warga tempatan bernama Don Troutman mengaku terkejut atas terjadinya insiden penembakan tersebut. Selama 36 tahun tinggal di Tyrone, nyaris tak pernah ada kejadian aneh kerana pedesaan ini sangat damai.
"Kami tidak pernah mengalami kejadian semengerikan ini. Saya sangat terkejut," tuturnya.
sumber: Merdeka.com

No comments:

Post a Comment