Tuesday, March 10, 2015

Algojo ISIS minta maaf pada ibunya sebab bimbang jadi anak derhaka

  Algojo kelompok militan  ISIS, Muhammad Emwazi, dilaporkan meminta maaf kepada keluarganya, terutama sang Ibu, Ghania Emwazi. Penyesalan itu disampaikannya dari Syria melalui pihak ketiga.

Laman News Corporated, Ahad, 8 Mac 2015 melansir lelaki berusia 26 tahun itu meminta maaf kerana telah menyebabkan masalah dan kesulitan bagi keluarganya usai identiti aslinya terbongkar di media. Akibatnya, keluarga Emwazi kini sampai terpaksa bersembunyi agar tidak dikejar-kejar media.

Ayah Emwazi, Jasem, juga terpaksa lari ke Kuwait. Menurut harian The Independent, alasan Emwazi meminta maaf kerana khawatir akan menjadi anak durhaka terhadap orangtua. Dalam ajaran Muslim, jika tidak menghormati orang tua maka diyakini boleh masuk neraka.

Kendati meminta maaf kepada orangtuanya, lulusan Universiti Westminster itu, tidak menunjukkan penyesalan sama sekali terhadap korban yang telah dia eksekusi di hadapan kamera. Dia pun tidak meminta maaf atas keterlibatan dalam jaringan teroris.

Sementara, salah seorang anggota parlimen Kuwait mengatakan kepada Jasem, agar dia menjaga jarak dari aksi puteranya dengan meminta maaf atau meninggalkan Kuwait untuk selamanya. Warga Kuwait kian kecewa kerana negara mereka ikut terbawa-bawa dalam isu ini, sementara Jasem juga merupakan warga Britain kerana diberikan suaka oleh pemerintahnya.

Ketika ini, diyakini Jasem tinggal bersama puteri tertuanya, Asma selama dua tahun terakhir. Sementara, Ghania tetap tinggal di London bersama anak-anak mereka yang lain. Mereka kini berada di sebuah hotel dengan mendapat penjagaan yang ketat dari polis .

Emwazi dilaporkan lari  dari Britain menuju ke Syria di tahun 2013 lalu. Pemerintah kini sedang menyiasat   bagaimana dia boleh keluar Britain dan menjadi radikal.

Namun, di tahun 2010 lalu, ketika melakukan komunikasi melalui surat elektronik dengan media Mail on Sunday, Emwazi mengaku dia pernah mencuba bunuh diri setelah bertemu dengan pegawai intelijen Britain Dia mengaku kerap dikasari oleh petugas keselamatan  dalam beberapa surel.

"Kadang, saya merasa seperti orang mati tidak khuatir bahawa intelijen British (MI5) mungkin membunuh saya," tulis Emwazi. 
sumber :VIVA.co.id 9/3/15

No comments:

Post a Comment