12/3/15
Merdeka.com - Seorang buruh laki-laki pembuat telepon pintar iPhone
di sebuah kilang di China meninggal setelah bekerja selama 12 jam
sehari, tujuh hari seminggu.
Menurut keluarga, Tian Fulei, 26 tahun, nama buruh itu, meninggal pada 3 Februari lalu di dalam asrama kilang di Pegatron, dekat Shanghai. Pegatron adalah kilang pembuat telepon pintar ipHone terbesar di China, seperti dilansir surat khabar the Daily Mail, Khamis (12/3).
Mahkamah menyatakan Tian mati mendadak, meski tak pernah ada bedahsiasat.
Keluarga Tian mengatakan dia kerap bekerja tanpa cuti. Dua bulan lalu sebuah tayangan dokumentari investigasi BBC Panorama mengungkap bagaimana para buruh di Pegatron bekerja keras hingga kerap keletihan.
Adik Tian, Tian Zhoumei, 25 tahun, mengatakan kepada Daily Mail, kakaknya itu sebelumnya dalam keadaan sehat. Dia menyalahkan pekerjaan tanpa cuti kakaknya yang membuatnya meninggal.
"Kata perusahaan dia tidak bekerja hari itu. Dia bilang sakit flu dan istirahat saja di asrama," ujar adik Tian. "Mayatnya baru diperiksa ketika malam hari. Sedangkan kematiannya dikatakan pukul 09.00 atau 10.00 pagi."
Adik Tian mengatakan abangnya digaji 1,800 yuan sebulan. Dia bekerja selama enam bulan pada 2012. Lalu balik lagi pada November lalu.
"Dia bilang selalu kerja keras selama dua atau 2 setengah jam, jadi jumlah dia bekerja sekitar 12 jam sehari."
Undang-undang di CHina menyatakan pekerja kilang boleh mengambil lembur maksimal 36 jam dalam sebulan. Aturan di perusahaan Apple mengatakan para pekerja tidak boleh bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu, kecuali dalam situasi darurat.
Tahun lalu Apple mengatakan kepada BBC, rata-rata para buruh pembuat iPhone di Pegatron bekerja 55 jam seminggu.
Namun laporan bulan lalu dari organisasi Pengawas Buruh China (CLW) mengatakan pada September hingga November tahun lalu, rata-rata para buruh itu bekerja di atas 60 jam seminggu.
Pegatron membantah kematian Tian itu akibat kelelahan bekerja.
Kematian Tian ini kembali menyoroti betapa murahnya upah para buruh China yang membuat telepon iPhone.
Apple sebelumnya mengumumkan mereka meraup untung suku tahun pertama sebanyak USD 17 billion, angka terbesar dalam sejarah Apple.
Hingga kini sudah lebih dari 74.5 juta telepon iPhone terjual di seluruh dunia hanya dalam jangka waktu tiga bulan sejak 27 Disember lalu.
sumber: Merdeka.com
Menurut keluarga, Tian Fulei, 26 tahun, nama buruh itu, meninggal pada 3 Februari lalu di dalam asrama kilang di Pegatron, dekat Shanghai. Pegatron adalah kilang pembuat telepon pintar ipHone terbesar di China, seperti dilansir surat khabar the Daily Mail, Khamis (12/3).
Mahkamah menyatakan Tian mati mendadak, meski tak pernah ada bedahsiasat.
Keluarga Tian mengatakan dia kerap bekerja tanpa cuti. Dua bulan lalu sebuah tayangan dokumentari investigasi BBC Panorama mengungkap bagaimana para buruh di Pegatron bekerja keras hingga kerap keletihan.
Adik Tian, Tian Zhoumei, 25 tahun, mengatakan kepada Daily Mail, kakaknya itu sebelumnya dalam keadaan sehat. Dia menyalahkan pekerjaan tanpa cuti kakaknya yang membuatnya meninggal.
"Kata perusahaan dia tidak bekerja hari itu. Dia bilang sakit flu dan istirahat saja di asrama," ujar adik Tian. "Mayatnya baru diperiksa ketika malam hari. Sedangkan kematiannya dikatakan pukul 09.00 atau 10.00 pagi."
Adik Tian mengatakan abangnya digaji 1,800 yuan sebulan. Dia bekerja selama enam bulan pada 2012. Lalu balik lagi pada November lalu.
"Dia bilang selalu kerja keras selama dua atau 2 setengah jam, jadi jumlah dia bekerja sekitar 12 jam sehari."
Undang-undang di CHina menyatakan pekerja kilang boleh mengambil lembur maksimal 36 jam dalam sebulan. Aturan di perusahaan Apple mengatakan para pekerja tidak boleh bekerja lebih dari 60 jam dalam seminggu, kecuali dalam situasi darurat.
Tahun lalu Apple mengatakan kepada BBC, rata-rata para buruh pembuat iPhone di Pegatron bekerja 55 jam seminggu.
Namun laporan bulan lalu dari organisasi Pengawas Buruh China (CLW) mengatakan pada September hingga November tahun lalu, rata-rata para buruh itu bekerja di atas 60 jam seminggu.
Pegatron membantah kematian Tian itu akibat kelelahan bekerja.
Kematian Tian ini kembali menyoroti betapa murahnya upah para buruh China yang membuat telepon iPhone.
Apple sebelumnya mengumumkan mereka meraup untung suku tahun pertama sebanyak USD 17 billion, angka terbesar dalam sejarah Apple.
Hingga kini sudah lebih dari 74.5 juta telepon iPhone terjual di seluruh dunia hanya dalam jangka waktu tiga bulan sejak 27 Disember lalu.
sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment