11/3/15
Xiao Li. ©Daily Mail
Merdeka.com -Seorang kanak-kanak di Desa Liuzhuang, Provinsi Shandong,
China, bernama Xiao Li, enam tahun, menemui sebiji gula-gula lolipop
lalu menjilatnya sambil bermain petak umpet
Tak lama kemudian dia tak sedarkan diri.
Gula-gula lolipop itu rupanya sudah dilumuri racun buat membunuh tikus. Racun di lolipop itu ternyata seratus kali lebih mematikan dibanding sianida.
Teman Li kemudian segera memanggil ayah Li, Jin Hsueh, 45 tahun. Dia lalu melihat anaknya pingsan dan dari lubang hidung, mata, telinga, dan mulutnya keluar darah.
"Mereka beritahu Li sedang tergeletak di balik semak ketika mereka main petak umpet," ujar Hsueh.
"Ketika saya tiba di sana dia sedang sesak nafas dan saat itu juga saya tahu sesuatu yang buruk telah terjadi."
Li kemudian segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Petugas rumah sakit menyedari kondisi kanak-kanak itu dalam keadaan kritikal.
"Organ tubuh bahagian dalamnya hancur dan racun itu membuat darahnya menjadi berwarna hitam," kata jurucakap rumah sakit.
Doktor berjuang selama dua hari untuk menyelamatkannya tapi racun itu terlalu kuat dan Li pun meninggal.
Setelah gula-gula yang masih dipegang Li itu diperiksa oleh doktor, mereka mendapati ada racun TETS di gula-gula itu. TETES adalah racun sangat mematikan untuk membunuh tikus.
Penggunaan racun itu sudah dilarang di seluruh dunia sejak 1984 tapi masih beredar di China, meski secara haram.
Polis kini sedang menyiasat seorang anggota keluarga yang dipercayai bertanggung jawab atas kematian Li.
"Kami sudah memeriksa lokasi dan menemui ada dua lagi gula-gula serupa di halaman rumah. Jika gula-gula itu memang dilempar pastinya hancur, tapi ini tidak. Seseorang telah menaruh gula-gula itu di sana," kata jurucakap polis .
Tak lama kemudian dia tak sedarkan diri.
Gula-gula lolipop itu rupanya sudah dilumuri racun buat membunuh tikus. Racun di lolipop itu ternyata seratus kali lebih mematikan dibanding sianida.
Teman Li kemudian segera memanggil ayah Li, Jin Hsueh, 45 tahun. Dia lalu melihat anaknya pingsan dan dari lubang hidung, mata, telinga, dan mulutnya keluar darah.
"Mereka beritahu Li sedang tergeletak di balik semak ketika mereka main petak umpet," ujar Hsueh.
"Ketika saya tiba di sana dia sedang sesak nafas dan saat itu juga saya tahu sesuatu yang buruk telah terjadi."
Li kemudian segera dibawa ke rumah sakit terdekat. Petugas rumah sakit menyedari kondisi kanak-kanak itu dalam keadaan kritikal.
"Organ tubuh bahagian dalamnya hancur dan racun itu membuat darahnya menjadi berwarna hitam," kata jurucakap rumah sakit.
Doktor berjuang selama dua hari untuk menyelamatkannya tapi racun itu terlalu kuat dan Li pun meninggal.
Setelah gula-gula yang masih dipegang Li itu diperiksa oleh doktor, mereka mendapati ada racun TETS di gula-gula itu. TETES adalah racun sangat mematikan untuk membunuh tikus.
Penggunaan racun itu sudah dilarang di seluruh dunia sejak 1984 tapi masih beredar di China, meski secara haram.
Polis kini sedang menyiasat seorang anggota keluarga yang dipercayai bertanggung jawab atas kematian Li.
"Kami sudah memeriksa lokasi dan menemui ada dua lagi gula-gula serupa di halaman rumah. Jika gula-gula itu memang dilempar pastinya hancur, tapi ini tidak. Seseorang telah menaruh gula-gula itu di sana," kata jurucakap polis .
sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment