
Lokasi kejadian seorang lelaki bersenjata di Los Angeles, AS, menembak
seorang wanita dan anaknya
LOS ANGELES - Seorang lelaki bersenjata
menembak mati seorang wanita di depan anaknya yang berusia 12 tahun
setelah wanita dan anaknya itu mentertawakan dia ketika mereka berada
di dalam kereta, kata beberapa orang anggota polis di AS. Polis Hawthorne di
Los Angeles kemudian menembak mati lelaki bersenjata tersebut.
Denise Berry sedang memandu di Hawthorne bersama puteranya pada sekitar pukul 12.40 hari Rabu (1/4/2015) waktu setempat ketika anak laki-lakinya menunjuk ke kaki penembak itu yang tergantung keluar dari jendela kereta sambil berkata bahawa "itu lucu," kata Letnan Dave Coleman dari Jabatan County Sheriff Los Angeles.
Ibu dan anak itu kemudian tergelak. Pada suatu momen, anak tersebut melakukan kontak mata dengan si penembak.
"Itu bukan alasan untuk pergi keluar dan membunuh seseorang," kata Coleman kepada Los Angeles Times.
Menurut keterangan polis , penembak tersebut terus memandu dan mengikuti Mercedes-Benz milik Berry sampai wanita tersebut melihat seorang polis Hawthorne. Ibu berusia 44 tahun dan beranak tiga itu mengatakan kepada polis bahawa lelaki itu mengikuti mereka. Anggota polis tersebut meminta Berry untuk memandu keretanya di depan kereta polis sehingga dia boleh membantunya.
Namun tepat ketika itu, kereta Cadillac yang mengikuti mereka berada di sampingnya, dan si penembak, yang dikenali sebagai Robert Washington (38 tahun), mulai menembaki Berry dan anaknya.
Polis tersebut melompat keluar dari kereta patrolinya dan menembak Washington. Tembakan anggota polis tersebut membunuh Washington.
Berry terkena tembakan dan meninggal. Puteranya juga tertembak, tetapi berhasil melarikan diri. Dia dalam kondisi stabil di rumah sakit.
"Dia melihat ibunya dibunuh di depan matanya," kata Coleman. "Itu mengerikan."
Polis mengatakan, Stanley White (24 tahun) dan Brandon White (19) yang menjadi penumpang di kereta Washington juga ditangkap.
Para penyiasat mengatakan, tidak ada indikasi bahawa wanita itu dan Washington telah melakukan perhubungan sebelum hari Rabu itu. Coleman mengatakan, Washington punya sejarah jenayah yang panjang.
Berry bekerja sebagai seorang pemandu bas Metro selama empat tahun.
"Kami sangat sedih begitu tahu tentang kematian salah seorang operator kami," kata jurucakap Metro, Dave Sotero. "Denise merupakan sebahagian dari keluarga Metro selama hampir lima tahun. Kami menguncapkan belasungkawa yang tulus untuk orang-orang yang dicintainya terkait kehilangan yang tragis ini."
Denise Berry sedang memandu di Hawthorne bersama puteranya pada sekitar pukul 12.40 hari Rabu (1/4/2015) waktu setempat ketika anak laki-lakinya menunjuk ke kaki penembak itu yang tergantung keluar dari jendela kereta sambil berkata bahawa "itu lucu," kata Letnan Dave Coleman dari Jabatan County Sheriff Los Angeles.
Ibu dan anak itu kemudian tergelak. Pada suatu momen, anak tersebut melakukan kontak mata dengan si penembak.
"Itu bukan alasan untuk pergi keluar dan membunuh seseorang," kata Coleman kepada Los Angeles Times.
Menurut keterangan polis , penembak tersebut terus memandu dan mengikuti Mercedes-Benz milik Berry sampai wanita tersebut melihat seorang polis Hawthorne. Ibu berusia 44 tahun dan beranak tiga itu mengatakan kepada polis bahawa lelaki itu mengikuti mereka. Anggota polis tersebut meminta Berry untuk memandu keretanya di depan kereta polis sehingga dia boleh membantunya.
Namun tepat ketika itu, kereta Cadillac yang mengikuti mereka berada di sampingnya, dan si penembak, yang dikenali sebagai Robert Washington (38 tahun), mulai menembaki Berry dan anaknya.
Polis tersebut melompat keluar dari kereta patrolinya dan menembak Washington. Tembakan anggota polis tersebut membunuh Washington.
Berry terkena tembakan dan meninggal. Puteranya juga tertembak, tetapi berhasil melarikan diri. Dia dalam kondisi stabil di rumah sakit.
"Dia melihat ibunya dibunuh di depan matanya," kata Coleman. "Itu mengerikan."
Polis mengatakan, Stanley White (24 tahun) dan Brandon White (19) yang menjadi penumpang di kereta Washington juga ditangkap.
Para penyiasat mengatakan, tidak ada indikasi bahawa wanita itu dan Washington telah melakukan perhubungan sebelum hari Rabu itu. Coleman mengatakan, Washington punya sejarah jenayah yang panjang.
Berry bekerja sebagai seorang pemandu bas Metro selama empat tahun.
"Kami sangat sedih begitu tahu tentang kematian salah seorang operator kami," kata jurucakap Metro, Dave Sotero. "Denise merupakan sebahagian dari keluarga Metro selama hampir lima tahun. Kami menguncapkan belasungkawa yang tulus untuk orang-orang yang dicintainya terkait kehilangan yang tragis ini."
| Editor | : Egidius Patnistik |
| Sumber | : Los Angeles Times |
No comments:
Post a Comment