18/5/15
Muhamad Ajis. ©Channel News Asia
Umurnya baru empat tahun. Dia bernama Muhamad Ajis. Dia dilaporkan mengungsi bersama ibunya, seorang muslim Rohingya, sebulan lalu dari tangan para penyeludup di Teluk Bengal, sebelah selatan Thailand.
Malang bagi Ajis, ibunya meninggal dalam perjalanan akibat kena gigitan nyamuk malaria di perbatasan Thailand-Malaysia, seperti dilansir Channel News Asia, Isnin (18/5).
Ajis lalu tinggal bersama para penyeludup sebelum nasibnya berubah. Seorang wanita Rohingya di Kuala Lumpur mendengar tentang Ajis.
Fatimah Hamid, 23 tahun, nama wanita itu, menawar harga Ajis sebanyak Rp 7.3 juta dari tangan penyeludup. Beberapa hari kemudian Ajis dihantarkan kepadanya.
"Ibunya meninggal kerana cuaca di hutan terlalu dingin dan kakinya bengkak," kata Fatimah.
Wanita dengan dua anak itu kemudian mendaftarkan Ajis sebagai pengungsi di UNHCR Kuala Lumpur.
"Dengan kad pengungsi saya boleh menghantar Ajis ke rumah sakit dan klinik untuk berubat. Saya hanya perlu membayar separuh biaya."
Diperkirakan ribuan warga Rohingya masih terkatung-katung di laut. Lebih dari seribu malah ditangkap di perbatasan Malaysia setelah mereka ditelantarkan para penyeludup.
Umurnya baru empat tahun. Dia bernama Muhamad Ajis. Dia dilaporkan mengungsi bersama ibunya, seorang muslim Rohingya, sebulan lalu dari tangan para penyeludup di Teluk Bengal, sebelah selatan Thailand.
Malang bagi Ajis, ibunya meninggal dalam perjalanan akibat kena gigitan nyamuk malaria di perbatasan Thailand-Malaysia, seperti dilansir Channel News Asia, Isnin (18/5).
Ajis lalu tinggal bersama para penyeludup sebelum nasibnya berubah. Seorang wanita Rohingya di Kuala Lumpur mendengar tentang Ajis.
Fatimah Hamid, 23 tahun, nama wanita itu, menawar harga Ajis sebanyak Rp 7.3 juta dari tangan penyeludup. Beberapa hari kemudian Ajis dihantarkan kepadanya.
"Ibunya meninggal kerana cuaca di hutan terlalu dingin dan kakinya bengkak," kata Fatimah.
Wanita dengan dua anak itu kemudian mendaftarkan Ajis sebagai pengungsi di UNHCR Kuala Lumpur.
"Dengan kad pengungsi saya boleh menghantar Ajis ke rumah sakit dan klinik untuk berubat. Saya hanya perlu membayar separuh biaya."
Diperkirakan ribuan warga Rohingya masih terkatung-katung di laut. Lebih dari seribu malah ditangkap di perbatasan Malaysia setelah mereka ditelantarkan para penyeludup.
Merdeka.com
No comments:
Post a Comment