18/5/15
Burhan Muhammad. BIN.go.id
Merdeka.com - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Arrmanatha
Natsir masih belum bisa mendapat keterangan resmi, jatuhnya Helikopter
mengangkut Duta Besar Indonesia Burhan Muhammad di Pakistan. Dia
mengatakan investigasi militer Pakistan masih berjalan.
"Memang fokus kita terkait pemulangan jenazah ibu dan pengobatan
bapak. Investigasi dilakukan pemerintah Pakistan. Kita belim dapat
hasil. Apabila ada kita akan minta untuk tau apa yg terjadi," ujar pria
akrab disapa Tata di Jakarta, Selasa (19/5).
"Kita ingin investigasi yang akurat terjadi, tidak cuma aspek waktu, Kita tidak bisa terlalu cepat menyimpulkan," tambahnya.
Diberitakan sebelumnya, Duta besar burhan muhammad yang menutup usia
pada tanggal 19 Mei 2015 pukul 00.50 waktu setempat di General Hospital
Singapura pada usia 58 tahun. Mendian tewas, setelah berjuang melawan
luka bakar 70 persen yang menimpanya akibat jatuhnya helikopter yang dia
tumpangi di Gilgit-Baltistan, Pakistan, dua pekan lalu.
Dubes Burhan sebelumnya pernah berkarir di Badan Intelijen Negara
(BIN). Posisi tertingginya sebagai telik sandi adalah Deputi I urusan
luar negeri. Sejak 2012, pemerintah meminta Burhan menjabat posisi Dubes
di Pakistan.
Kecelakaan helikopter milik Pakistan yang membawa beberapa diplomat
ini menewaskan 7 orang termasuk di antaranya istri Dubes Burhan sendiri,
Hery Listyawati Burhan. Jenazah Hery telah dimakamkan pekan lalu di
Yogyakarta.
Taliban sempat mengklaim terlibat dalam kecelakaan tersebut. Tapi
klaim tersebut langsung dibantah oleh militer Pakistan. Mereka
mengatakan tidak ada roket yang menghantam helikopter tersebut.
"Ini murni kecelakaan. Ada masalah teknis yang menyebabkan hal ini
terjadi," imbuh Atase Pertahanan Militer Pakistan untuk Indonesia,
Kolonel Muhammad Shahid.
Ini video detik-detik jatuhnya helikopter nahas tersebut:
Merdeka.com/Youtube
No comments:
Post a Comment