20/5/15
foto: Changsha TV
Beijing, - Seorang lelaki China yang
memiliki 17 kekasih di waktu yang sama telah ditangkap atas dakwaan
penipuan. Penangkapan ini disambut gembira para wanita yang telah
dipacarinya.
Lelaki yang dikenali dengan nama Yuan tersebut, ramai diberitakan bulan lalu setelah mengalami kemalangan lalu lintas dan 17 kekasihnya bergegas menuju rumah sakit untuk menjenguknya. Dari situlah terungkap skandal asmaranya dengan ramai wanita.
Salah seorang wanita, Xiao Li menceritakan bagaimana terkejutnya dia ketika itu. "Saya sudah berhubungan dengannya selama satu setengah tahun. Setelah mendengar dia mengalami kemalangan, saya menangis kuat," tuturnya seperti dilansir News.com.au, Rabu (20/5/2015).
"Saya sangat khuatir ketika mendengar dia di rumah sakit. Namun begitu saya melihat ramai gadis-gadis cantik yang terus muncul, saya tak boleh menangis lagi," imbuhnya.
Wanita-wanita yang berumur antara 20 tahun dan 40 tahun itu marah begitu mengetahui diri mereka telah berpacaran dengan lelaki yang sama. Mereka pun membuat grup online yang diberi nama "aliansi balas dendam'. Dalam grup tersebut, mereka saling membeberkan detail hubungan mereka dengan Yuan.
Salah seorang wanita bahkan telah dikurniakan seorang anak laki-laki dari hubungannya dengan Yuan. "Kami sudah punya seorang anak laki-laki. Apa yang boleh saya lakukan sekarang? Saya tidak mencintainya lagi, namun saya menyayangi putera saya," ujar wanita bernama Wang Fang.
Salah seorang pacar Yuan lainnya, Xiao Ting telah merancang menikah dengan Yuan sebelum skandal ini terungkap.
Menurut media tempatan, South China Morning Post, dari perbualan para wanita itu di grup online mereka, diketahui bahawa Yuan juga telah meminta wang dari beberapa kekasihnya -- kadang-kadang dalam jumlah yang besar -- setiap bulannya. Bahkan ada seorang wanita yang rutin memberikan wang pada Yuan selama 9 tahun.
Para wanita itu pun merasa tertipu dan melaporkan Yuan kepada polis . Kini, Yuan ditangkap atas tuduhan penipuan terkait wang yang diterimanya dari wanita-wanita itu. Setelah mendengar penangkapan Yuan, para wanita itu mengganti nama grup online mereka menjadi "angels".
Lelaki yang dikenali dengan nama Yuan tersebut, ramai diberitakan bulan lalu setelah mengalami kemalangan lalu lintas dan 17 kekasihnya bergegas menuju rumah sakit untuk menjenguknya. Dari situlah terungkap skandal asmaranya dengan ramai wanita.
Salah seorang wanita, Xiao Li menceritakan bagaimana terkejutnya dia ketika itu. "Saya sudah berhubungan dengannya selama satu setengah tahun. Setelah mendengar dia mengalami kemalangan, saya menangis kuat," tuturnya seperti dilansir News.com.au, Rabu (20/5/2015).
"Saya sangat khuatir ketika mendengar dia di rumah sakit. Namun begitu saya melihat ramai gadis-gadis cantik yang terus muncul, saya tak boleh menangis lagi," imbuhnya.
Wanita-wanita yang berumur antara 20 tahun dan 40 tahun itu marah begitu mengetahui diri mereka telah berpacaran dengan lelaki yang sama. Mereka pun membuat grup online yang diberi nama "aliansi balas dendam'. Dalam grup tersebut, mereka saling membeberkan detail hubungan mereka dengan Yuan.
Salah seorang wanita bahkan telah dikurniakan seorang anak laki-laki dari hubungannya dengan Yuan. "Kami sudah punya seorang anak laki-laki. Apa yang boleh saya lakukan sekarang? Saya tidak mencintainya lagi, namun saya menyayangi putera saya," ujar wanita bernama Wang Fang.
Salah seorang pacar Yuan lainnya, Xiao Ting telah merancang menikah dengan Yuan sebelum skandal ini terungkap.
Menurut media tempatan, South China Morning Post, dari perbualan para wanita itu di grup online mereka, diketahui bahawa Yuan juga telah meminta wang dari beberapa kekasihnya -- kadang-kadang dalam jumlah yang besar -- setiap bulannya. Bahkan ada seorang wanita yang rutin memberikan wang pada Yuan selama 9 tahun.
Para wanita itu pun merasa tertipu dan melaporkan Yuan kepada polis . Kini, Yuan ditangkap atas tuduhan penipuan terkait wang yang diterimanya dari wanita-wanita itu. Setelah mendengar penangkapan Yuan, para wanita itu mengganti nama grup online mereka menjadi "angels".
detikNews
No comments:
Post a Comment