
20/5/15 .
Seorang wanita India mengamuk dan merosakkan kaca depan kereta milik
seorang ahli politik di kota Agra setelah mendakwa pengawal ahli politik itu
menggodanya.
NEW DELHI
Kejadian dramatik yang terjadi di kota Agra itu terakam dalam sebuah video. Dalam video itu terlihat wanita berusia 23 tahun tersebut naik ke atas bonet injin kereta Mercedes milik sang ahli politik yang berhenti di lampu isyarat lalu lintas.
Sambil berdiri di atas kap injin kereta itu, wanita tersebut mencabut bendera parti dari kereta itu dan memukulkannya ke kaca depan kereta berulang kali hingga kaca kereta itu retak.
Saat memukul kaca depan kereta, wanita tersebut berteriak-teriak meminta agar sang ahli politik bertanggung jawab atas pelecehan seksual yang diterimanya.
Dia meminta ahli politik Abhinav Sharma dan pengawalnya keluar dari kereta dan menghadapi dirinya. Namun, Sharma tetap berada di dalam kereta sementara beberapa pengawalnya menghadapi wanita itu.
Keributan tersebut dipicu dakwaan wanita tersebut yang mengatakan pengawal sang ahli politik mengedipkan matanya ketika wanita yang menunggang motorsikal itu berhenti di samping kereta ahli politik ketika lampu lalu lintas menyala merah.
Seorang saksi kepada harian The Times of India mengatakan salah seorang pengawal Sharma merebut telepon genggam wanita itu ketika hendak mengambil foto rombongan tersebut. Pengawal itu kemudian membanting telepon genggam perempuan itu yang semakin memicu kemarahannya.
Tak lama kemudian polis datang ke lokasi keributan dan membubarkan kerumunan massa. Namun, wanita itu menolak untuk pergi hingga dia mendapat ganti rugi atas kerosakan telepon genggamnya.
Setelah satu jam, akhirnya keributan itu dapat diatasi setelah perempuan yang mengaku bekerja di sebuah bank pemerintah tersebut mendapat ganti rugi sebesar 6.500 rupee untuk kerosakan telepon genggamnya.
Sementara itu, Sharma yang juga memiliki sebuah sekolah di Agra menolak meminta maaf dan berkeras pengawalnya tidak menggoda perempuan itu. Dia menduga keretanya tak sengaja menyenggol motorsikal wanita itu yang kemudian memicu kemarahannya.
Kejadian dramatik yang terjadi di kota Agra itu terakam dalam sebuah video. Dalam video itu terlihat wanita berusia 23 tahun tersebut naik ke atas bonet injin kereta Mercedes milik sang ahli politik yang berhenti di lampu isyarat lalu lintas.
Sambil berdiri di atas kap injin kereta itu, wanita tersebut mencabut bendera parti dari kereta itu dan memukulkannya ke kaca depan kereta berulang kali hingga kaca kereta itu retak.
Saat memukul kaca depan kereta, wanita tersebut berteriak-teriak meminta agar sang ahli politik bertanggung jawab atas pelecehan seksual yang diterimanya.
Dia meminta ahli politik Abhinav Sharma dan pengawalnya keluar dari kereta dan menghadapi dirinya. Namun, Sharma tetap berada di dalam kereta sementara beberapa pengawalnya menghadapi wanita itu.
Keributan tersebut dipicu dakwaan wanita tersebut yang mengatakan pengawal sang ahli politik mengedipkan matanya ketika wanita yang menunggang motorsikal itu berhenti di samping kereta ahli politik ketika lampu lalu lintas menyala merah.
Seorang saksi kepada harian The Times of India mengatakan salah seorang pengawal Sharma merebut telepon genggam wanita itu ketika hendak mengambil foto rombongan tersebut. Pengawal itu kemudian membanting telepon genggam perempuan itu yang semakin memicu kemarahannya.
Tak lama kemudian polis datang ke lokasi keributan dan membubarkan kerumunan massa. Namun, wanita itu menolak untuk pergi hingga dia mendapat ganti rugi atas kerosakan telepon genggamnya.
Setelah satu jam, akhirnya keributan itu dapat diatasi setelah perempuan yang mengaku bekerja di sebuah bank pemerintah tersebut mendapat ganti rugi sebesar 6.500 rupee untuk kerosakan telepon genggamnya.
Sementara itu, Sharma yang juga memiliki sebuah sekolah di Agra menolak meminta maaf dan berkeras pengawalnya tidak menggoda perempuan itu. Dia menduga keretanya tak sengaja menyenggol motorsikal wanita itu yang kemudian memicu kemarahannya.
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : Daily MailKOMPAS.com |
No comments:
Post a Comment