15/7/15

- Polis Banglades menggiring seorang lelaki suspek yang memukul dan membunuh seorang kanak-kanak lelaki.
DHAKA - Malang benar nasib Samiul Alam
Rajon (13), kanak-kanak dari kota Sylhet, Banglades itu dipukul hingga mati
oleh sekumpulan lelaki kerana dituduh mencuri sebuah basikal.
Tak hanya memukul Samiul hingga mati, para lelaki ini juga merakam proses pembunuhan itu. Dalam video tersebut terlihat Samiul yang terikat di sebuah tiang memohon ampun kepada orang-orang yang memukulnya.
"Tolong jangan pukul saya lagi, saya bisa mati," kata Samiul lirih menahan sakit akibat pukulan sekelompoklelaki itu.
Dalam video tersebut juga terdengar para pengeroyok memaksa Samiul mengaku bahawa dia memang mencuri basikal itu. Pada satu titik, para pengeroyok itu akhirnya melepaskan Samiul dan menyuruhnya pergi. Namun, ketika Samiul melangkahkan kaki ternyata penderitaannya tak selesai sampai di situ.
"Tulangnya masih kuat. Mari kita pukul dia lagi," ujar salah seorang pengeroyok.
Sejauh ini tak jelas siapa yang merakam video tersebut. Polis percaya , video itu dirakam salah seorang pelaku dengan menggunakan telepon genggamnya.
Yang jelas, video itu kemudian menjadi "viral" di media sosial dan memicu kemarahan warga Banglades yang kemudian menggalang petisyen dan tunjuk perasaan yang menuntut hukuman mati bagi para pelaku.
Ketua Polis Sylket, Akhter Hossein mengatakan pada Isnin (15/7/2015) malam, polis menangkap tiga orang, termasuk isteri salah seorang suspek dan dua orang pelaku pengeroyokan. "Ini adalah satu pembunuhan keji dan brutal dan kami tak akan melepaskan seorang pun," ujar Hossain.
Kini polis sudah menahan lima suspek, termasuk orang yang diyakini memimpin pengeroyokan itu, Muhit Alam dan rakannya Kamrul Islam yang ditangkap di Arab Saudi.
Kamrul Islam terbang ke kota Jeddah tak lama setelah pengeroyokan itu. Sejumlah laporan mengatakan Islam ditahan polis Arab Saudi setelah para ekspatriat Banglades di negara itu melaporkan lelaki itu kepada polis setempat.
Dalam sebuah video yang dirakam seorang ekspatriat terlihat Islam dengan tangan tergari digiring anggota Polis Arab Saudi. Ketika digiring polis itu, Islam mengatakan dia telah melakukan kesalahan besar dan meminta maaf sebelum tangisnya pecah.
Warga Banglades pada Isnin membuat rantai manusia di sekitar kediaman Samiul di kota Sylhet dan unjuk rasa besar-besaran diadakan di pusat kota pada Selasa (14/7/2015). Sejumlah aksi protes menyokong Samiul digelar di beberapa kota besar Banglades, termasuk ibu kota Dhaka.
Tak hanya memukul Samiul hingga mati, para lelaki ini juga merakam proses pembunuhan itu. Dalam video tersebut terlihat Samiul yang terikat di sebuah tiang memohon ampun kepada orang-orang yang memukulnya.
"Tolong jangan pukul saya lagi, saya bisa mati," kata Samiul lirih menahan sakit akibat pukulan sekelompoklelaki itu.
Dalam video tersebut juga terdengar para pengeroyok memaksa Samiul mengaku bahawa dia memang mencuri basikal itu. Pada satu titik, para pengeroyok itu akhirnya melepaskan Samiul dan menyuruhnya pergi. Namun, ketika Samiul melangkahkan kaki ternyata penderitaannya tak selesai sampai di situ.
"Tulangnya masih kuat. Mari kita pukul dia lagi," ujar salah seorang pengeroyok.
Sejauh ini tak jelas siapa yang merakam video tersebut. Polis percaya , video itu dirakam salah seorang pelaku dengan menggunakan telepon genggamnya.
Yang jelas, video itu kemudian menjadi "viral" di media sosial dan memicu kemarahan warga Banglades yang kemudian menggalang petisyen dan tunjuk perasaan yang menuntut hukuman mati bagi para pelaku.
Ketua Polis Sylket, Akhter Hossein mengatakan pada Isnin (15/7/2015) malam, polis menangkap tiga orang, termasuk isteri salah seorang suspek dan dua orang pelaku pengeroyokan. "Ini adalah satu pembunuhan keji dan brutal dan kami tak akan melepaskan seorang pun," ujar Hossain.
Kini polis sudah menahan lima suspek, termasuk orang yang diyakini memimpin pengeroyokan itu, Muhit Alam dan rakannya Kamrul Islam yang ditangkap di Arab Saudi.
Kamrul Islam terbang ke kota Jeddah tak lama setelah pengeroyokan itu. Sejumlah laporan mengatakan Islam ditahan polis Arab Saudi setelah para ekspatriat Banglades di negara itu melaporkan lelaki itu kepada polis setempat.
Dalam sebuah video yang dirakam seorang ekspatriat terlihat Islam dengan tangan tergari digiring anggota Polis Arab Saudi. Ketika digiring polis itu, Islam mengatakan dia telah melakukan kesalahan besar dan meminta maaf sebelum tangisnya pecah.
Warga Banglades pada Isnin membuat rantai manusia di sekitar kediaman Samiul di kota Sylhet dan unjuk rasa besar-besaran diadakan di pusat kota pada Selasa (14/7/2015). Sejumlah aksi protes menyokong Samiul digelar di beberapa kota besar Banglades, termasuk ibu kota Dhaka.
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : Daily Mail/KOMPAS.com |
No comments:
Post a Comment