7/4/16
Nazimuddin Samad. ©the guardian
Narablog asal Bangladesh bernama Nazimuddin Samad dipenggal oleh lelaki bersenjata parang kelmarin malam.
Lelaki 28 tahun itu didapati kerap melontarkan kritik terhadap kelompok berpahaman radikal Islam melalui media sosial Facebook.
Menurut polis , malam itu dia baru pulang dari kampusnya di Dhaka. Ada tiga hingga empat orang bersenjata pistol dan parang. Dia ditembak dan setelah jatuh dipenggal dengan parang.
Saksi mengatakan mendengar para penyerangkan meneriakkan kata-kata "Allahu Akbar" sambil lari.
"Dia memang cukup vokal menyuarakan ketidakadilan dan mendukung kaum sekular," ujar Imran H Sarker, rakan Samad di kelompok Jaringan Aktivis Daring (BOAN).
Sehari sebelum dibunuh dia menyerukan paham sekular dan mengkritik radikal Islam di Facebooknya, kata temannya kepada akhbar Dhaka Tribune.
"Evolusi itu kebenaran ilmiah. Agama dan bangsa adalah ciptaan manusia yang keji dan tidak berperadaban," kata dia di Facebooknya.
Polis mengatakan ada sejumlah bukti para penyerang Samad telah mengawasi dan mengikuti dia selama beberapa waktu. Diduga dia sudah masuk dalam daftar sasaran dari para penyerangnya.
Setelah dia dibunuh, ratusan mahasiswa dari Universiti Jagannath, tempat dia kuliah, tunjuk perasaan turun ke jalan menuntut pelaku ditangkap dan dihukum setimpal.
Dalam setahun terakhir peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi di Bangladesh.
Tahun lalu kelompok militan membunuh lima penulis sekular, termasuk seorang pegiat keturunan Amerika-Bangladesh.
Kelompok militan Ansarullah Bangla Team mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan itu.
Lelaki 28 tahun itu didapati kerap melontarkan kritik terhadap kelompok berpahaman radikal Islam melalui media sosial Facebook.
Menurut polis , malam itu dia baru pulang dari kampusnya di Dhaka. Ada tiga hingga empat orang bersenjata pistol dan parang. Dia ditembak dan setelah jatuh dipenggal dengan parang.
Saksi mengatakan mendengar para penyerangkan meneriakkan kata-kata "Allahu Akbar" sambil lari.
"Dia memang cukup vokal menyuarakan ketidakadilan dan mendukung kaum sekular," ujar Imran H Sarker, rakan Samad di kelompok Jaringan Aktivis Daring (BOAN).
Sehari sebelum dibunuh dia menyerukan paham sekular dan mengkritik radikal Islam di Facebooknya, kata temannya kepada akhbar Dhaka Tribune.
"Evolusi itu kebenaran ilmiah. Agama dan bangsa adalah ciptaan manusia yang keji dan tidak berperadaban," kata dia di Facebooknya.
Polis mengatakan ada sejumlah bukti para penyerang Samad telah mengawasi dan mengikuti dia selama beberapa waktu. Diduga dia sudah masuk dalam daftar sasaran dari para penyerangnya.
Setelah dia dibunuh, ratusan mahasiswa dari Universiti Jagannath, tempat dia kuliah, tunjuk perasaan turun ke jalan menuntut pelaku ditangkap dan dihukum setimpal.
Dalam setahun terakhir peristiwa serupa sudah beberapa kali terjadi di Bangladesh.
Tahun lalu kelompok militan membunuh lima penulis sekular, termasuk seorang pegiat keturunan Amerika-Bangladesh.
Kelompok militan Ansarullah Bangla Team mengaku bertanggung jawab atas sejumlah serangan itu.
Sumber:Merdeka.com
No comments:
Post a Comment