Alexandra Judd (20), pramusaji yang merasa dapat pesan kematian kerana berstatus lesbian. (Foto: Facebook)
CHARLOTTE – Alexandra Judd (20), wanita
pramusaji yang berambut cepak layaknya laki-laki, tidak pernah menyangka
akan menerima tip berisi pesan bernada kebencian dari pelanggannya.
Meski diambil dari Alkitab, Judd menyebutnya sebagai pesan kematian.
Pesan kematian yang dimaksud didapat dari sekelompok perempuan yang
datang ke Restoran Zada Janes tempatnya bekerja di Charlotte, Carolina
Utara. Usai membayar harga makanan, mereka pun meninggalkan sebuah
tip, bukan dalam bentuk wang tambahan, melainkan petikan dari Alkitab
serta kalimat “Kami mendoakanmu”.
Diambil dari Kitab Imamat Pasal 20 Ayat (13), pesan itu berisi: “Bila
seorang laki-laki tidur dengan laki-laki secara orang bersetubuh dengan
perempuan, jadi keduanya melakukan suatu kekejian, pastilah mereka
dihukum mati dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri.
”
Membaca firman tersebut, Judd pun merasa tersindir. Ia mengunggah
catatan dari pelanggannya itu ke Facebook dan mengomentari tip yang
didapatnya.
“Saya tidak peduli apa kata orang tentang ini, (tapi bagi saya) ini
adalah hal paling kasar yang pernah saya temui. Tidak perlu mendoakan
ku, sayang. Saya tahu benar apa yang saya inginkan dan perlukan dalam
hidup ini,” tandasnya, seperti dimuat Daily Mail, Sabtu (16/4/2016).
Selama bekerja menjadi pramusaji rumah makan, perempuan yang mengaku
lesbian tersebut mengatakan sudah sering diberi tip aneh. Mulai wang
palsu hingga pamflet gereja. Akan tetapi, Judd tidak pernah merasa
terhina.
Ia mengungkapkan, sekarang aura kebencian dari mereka yang
anti-homoseksual memang tengah merebak di Charlotte. Hal ini terjadi
setelah dewan kota setempat mengesahkan undang-undang yang melarang
diskriminasi terhadap kaum LGBT. Mereka bahkan kini diberi kebebasan
untuk masuk ke toilet yang sesuai dengan identitas gender yang diyakini.
Selain Carolina Utara, negara bagian di Amerika Syarikat yang sudah
memberi kebebasan gender antara lain Tennessee, Mississippi, dan
Georgia.
Sumber: Okezone.com
No comments:
Post a Comment