
- Sekumpulan pekerja di kota Jilin, China merangkak di jalanan
BEIJING - Sekelompok karyawan perusahaan leasing di kota Jilin, China merangkak di jalanan kota itu sebagai bentuk penyesalan kerana tak mencapai target yang diberikan.
Aksi yang menurut pengarah perusahaan itu dilakukan secara sukarela tersebut terakam dalam kamera video dan menjadi viral di China.
Ketika diwawancarai media setempat pada Khamis (7/4/2016), pengarah perusahaan itu mengesahkan aksi para karyawannya yang merangkak di jalanan itu.
Namun, sang pengarah mendakwa, mulanya dia yang akan merangkak seperti bayi di jalanan kerana dia tak boleh memenuhi target yang dibebankan kantor pusatnya.
Namun, ketika para pekerja mendengar pengarah yang akan melakukan hal itu, maka secara sukarela mereka menggantikan bos mereka itu untuk merangkak di jalanan.
Akhirnya pada 2 April lalu sekitar pukul 14.00, lebih dari 10 orang pekerja lelaki dan wanita menjalankan komitmen mereka.
Mereka merangkak di jalanan mengikuti seorang lelaki yang membawa bendera merah. Sementara warga kota lainnya menyaksikan pemandangan itu sambil mengabadikan peristiwa tersebut.
Dengan cepat peristiwa di Jilin itu tersebar ke media sosial dan mengundang banyak komentar para netizen.
"Sebuah pencucian otak yang sempurna, saya mengagumi kemampuan memimpin sang pengurus" ujar seorang netizen.
"Bagi para pemuda ini, hal tersebut sangat mengerikan. Para pemuda tutup mulut ketika dijadikan budak, dijadikan kambing hitam, apakah ayah atau ibu kalian tahu?" tanya seorang netizen.
"Bagaimana kalian boleh tahan dipermalukan seperti ini? Apakah gaji kalian sudah mencapai jutaan atau kerana kalian tak boleh mencari pekerjaan lain? Atau jika kalian keluar dari pekerjaan ini kalian mati?" tulis netizen lainnya.
Sejumlah netizen lainnya menyebut apa yang dilakukan perusahaan itu tak hanya salah secara moral namun juga merupakan tindakan jenayah.
Sementara sebahagian netizen lainnya menganggap cara ini adalah sekadar sebuah taktik promosi untuk mendongkrak angka penjualan.
Ini bukan kali pertama sebuah perusahaan mempermalukan pekerjanya kerana dianggap kurang bekerja keras.
Tahun lalu, para staf penjualan sebuah perusahaan di Zhengzhou dipaksa merayap mengelilingi sebuah danau kerana tak dapat memenuhi target.
Di tahun yang sama di kota Xiamen, para pekerja sebuah perusahaan dengan mengenakan setelan lengkap dipaksa berlutut di sebuah jambatan penyeberangan selama satu jam juga kerana dianggap tak memenuhi target kerja.
KOMPAS.com
Aksi yang menurut pengarah perusahaan itu dilakukan secara sukarela tersebut terakam dalam kamera video dan menjadi viral di China.
Ketika diwawancarai media setempat pada Khamis (7/4/2016), pengarah perusahaan itu mengesahkan aksi para karyawannya yang merangkak di jalanan itu.
Namun, sang pengarah mendakwa, mulanya dia yang akan merangkak seperti bayi di jalanan kerana dia tak boleh memenuhi target yang dibebankan kantor pusatnya.
Namun, ketika para pekerja mendengar pengarah yang akan melakukan hal itu, maka secara sukarela mereka menggantikan bos mereka itu untuk merangkak di jalanan.
Akhirnya pada 2 April lalu sekitar pukul 14.00, lebih dari 10 orang pekerja lelaki dan wanita menjalankan komitmen mereka.
Mereka merangkak di jalanan mengikuti seorang lelaki yang membawa bendera merah. Sementara warga kota lainnya menyaksikan pemandangan itu sambil mengabadikan peristiwa tersebut.
Dengan cepat peristiwa di Jilin itu tersebar ke media sosial dan mengundang banyak komentar para netizen.
"Sebuah pencucian otak yang sempurna, saya mengagumi kemampuan memimpin sang pengurus" ujar seorang netizen.
"Bagi para pemuda ini, hal tersebut sangat mengerikan. Para pemuda tutup mulut ketika dijadikan budak, dijadikan kambing hitam, apakah ayah atau ibu kalian tahu?" tanya seorang netizen.
"Bagaimana kalian boleh tahan dipermalukan seperti ini? Apakah gaji kalian sudah mencapai jutaan atau kerana kalian tak boleh mencari pekerjaan lain? Atau jika kalian keluar dari pekerjaan ini kalian mati?" tulis netizen lainnya.
Sejumlah netizen lainnya menyebut apa yang dilakukan perusahaan itu tak hanya salah secara moral namun juga merupakan tindakan jenayah.
Sementara sebahagian netizen lainnya menganggap cara ini adalah sekadar sebuah taktik promosi untuk mendongkrak angka penjualan.
Ini bukan kali pertama sebuah perusahaan mempermalukan pekerjanya kerana dianggap kurang bekerja keras.
Tahun lalu, para staf penjualan sebuah perusahaan di Zhengzhou dipaksa merayap mengelilingi sebuah danau kerana tak dapat memenuhi target.
Di tahun yang sama di kota Xiamen, para pekerja sebuah perusahaan dengan mengenakan setelan lengkap dipaksa berlutut di sebuah jambatan penyeberangan selama satu jam juga kerana dianggap tak memenuhi target kerja.
KOMPAS.com
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : shanghaiist |
No comments:
Post a Comment