Sunday, March 11, 2018

Apa yang merasuknya ? Wanita ini mencongkel matanya sendiri hingga buta seumur hidup

Wanita ini Buta Seumur Hidup karena Mencongkel Matanya Sendiri saat di luar Gereja
kolase TribunStyle
  Seorang wanita asal South Carolina, Amerika Syarikat menjadi buta seumur hidup kerana ulah tak masuk akal yang dilakukannya sendiri.

Dia adalah Kaylee Muthart, wanita yang tamat sekolah dan berusia 20 tahun.
Kaylee Muthart mencongkel matanya sendiri hingga membuatnya buta seumur hidup.
Tindakan melukai diri sendiri ini dilakukan oleh Kaylee Muthart ketika dia berada di luar sebuah gereja di South Carolina, AS.

Semua itu kerana pengaruh ubat-ubatan yang membuat Kaylee Muthart menjadi berhalusinasi.
Asal kalian tahu, Kaylee Muthart awalnya adalah seorang yang berprestasi.
Bagaimana itu boleh terjadi dan dilakukan oleh seorang wanita yang berprestasi?
Sebagaimana melansir dari Mirror (10/3/2018) Kaylee Muthart mengatakan bahwa dia adalah seorang siswa yang sering mendapat nilai A.
Hingga akhirnya dia mulai sering minum dan merokok di akhir usia belasan.
Tapi setelah putus sekolah, wanita ini diberi ubat methamphetamine dan itu membuatnya merasa 'lebih dekat dengan Tuhan'.
Kaylee Muthart juga didiagnosis mengalami beberapa gangguan.
Dia didiagnosis dengan gangguan bipolar dan mengalami gangguan mental.
Kaylee Muthart mengalami gangguan
Kaylee Muthart mengalami gangguan (Mirror)
Kaylee mengatakan bahwa dia pertama kali nge-fly saat musim panas lalu lagi.
Parahnya hal itu membuatnya ketagihan dan melakukannya lagi.
Konsekuensi kecanduan ubat bius yang dialami Kaylee Muthart ini dilaporkan terjadi pada bulan Februari.
Bahkan tingkahnya mencongkel matanya sendiri itu diberitakan di seluruh dunia.
Kaylee Muthart mencongkel matanya sendiri
Kaylee Muthart mencongkel matanya sendiri (Mirror)
Kaylee Muthart menarik matanya sendiri ketika berhalusinasi di luar sebuah gereja di South Carolina, AS.
"Saya berhalusinasi, jadi ingatan saya tidak jelas," kata Kaylee Muthart kepada Cosmopolitan.

"Saya ingat pernah berfikir bahwa seseorang harus mengorbankan sesuatu yang penting untuk memperbaiki dunia, dan orang itu adalah saya."
"Saya fikir semuanya akan berakhir dengan tiba-tiba dan semua orang akan mati jika saya tidak segera merobek mataku," ujar Kaylee Muthart.
Kaylee Muthart buta seumur hidup
Kaylee Muthart buta seumur hidup (Mirror)
Dia menambahkan: "Saya mendorong ibu jari, telunjuk, dan jari tengah ke setiap mata saya mencengkeram setiap bola mata, memutar, dan menarik sampai setiap mata keluar dari tempatnya"
"Rasanya seperti sebuah perjuangan besar, hal tersulit yang pernah saya lakukan."

"Kerana saya tidak boleh lagi melihat, saya tidak tahu apakah ada darah"
"Tapi saya tahu ubat itu membuat mati rasa, sakitnya tidak terasa."
Jemaah gereja yang ketakutan bergegas keluar setelah mendengar teriakan Kaylee.

Anehnya, saat akan ditolong tapi Kaylee Muthart melawan mereka.
Seorang pastor mengatakan bahwa dia melihat dia meremas bola matanya sendiri di tangannya ketika masih menempel di kepalanya.

"Saya yakin saya pasti mencuba mencakar otak saya jika seorang pastor tidak mendengar saya berteriak,"
"Saya ingin melihat cahayanya! "
"Saya tidak ingat lagi dan itu menahan saya," Kaylee kata.
"Dia kemudian berkata, ketika dia (pastor) menemukan saya, bahwa saya memegang bola mata saya di tangan saya."

"Saya telah menyingkirkannya, meskipun mereka masih menempel di kepala saya."
Hingga pada akhirnya petugas perubatan mampu menenangkan Kaylee Muthart.
Namun mereka sudah terlambat untuk menyelamatkan penglihatannya.
Kaylee Muthart menghabiskan waktu seminggu di rumah sakit sebelum dipindahkan ke fasiliti  rawatan rawat inap.
Wanita itu mengatakan bahwa dia menderita sakit kepala parah di belakang soket matanya selama sekitar sebulan setelah dirawat.

Namun Kaylee Muthart menolak untuk mengambil ubat penghilang rasa sakit yang kuat kerana dia bertekad untuk tetap mengkonsumsi ubat-ubatan terlarang.
Sekarang Kaylee Muthart dan ibunya, Katy Tompkins, ingin memperingatkan orang lain tentang bahaya methamphetamine.

Mereka juga meminta bantuan untuk mendanai pengubatan itu.
Menulis di halaman banding GoFundMe, ibunya Kaylee Muthart berkata:
"Seperti banyak orang, dia menjadi korban kenyataan berbahaya dari methamphetamine."
"Kita sedang mempersiapkan jalan yang panjang untuk menjalaninya dalam kehidupan barunya kita meminta bantuan anda."

"Dia berusaha keras untuk mengembalikan fikirannya"
"Tapi sayangnya saat dia berada di bawah pengaruh methamphetamine, kejahatan murni, dia melihat hal-hal yang tidak dapat dia lihat."
"Mereka masih dalam ingatannya, dia tidak menginginkannya."
"tapi dia berusaha yang terbaik untuk menyelesaikannya."

"Syukurlah, seiring berjalannya waktu, dengan banyak dukungan dan terapi, kami dapat membantunya untuk memahami bahwa hal-hal yang dia lihat dan fikirkan ketika itu, tidak benar atau nyata."

 tribunnews

No comments:

Post a Comment