Jutaan nombor telepon pelanggan di AS 'diserahkan' ke badan intelijen.
Rumah Putih membela pengumpulan catatan percakapan
telepon warga Amerika Syarikat oleh badan intelijen, dengan mengatakan
langkah itu penting untuk mencegah ancaman pengganas.
Namun salah seorang pegawai pemerintah Barack Obama tidak
membenarkan atau membantah laporan harian Inggeris, The Guardian, yang
menduga puluhan juta pembicaraan telepon di Amerika diam-diam dicatat.
Kepada BBC pejabat yang tidak bersedia disebut namanya
ini mengatakan langkah kontraterorisme seperti ini untuk mengetahui
apakah para tersangka pengganas melakukan perhubungan dengan pihak-pihak lain,
terutama yang berada di dalam wilayah Amerika.
Akhbar The Guardian menerbitkan laporan tentang keputusan
mahkamah di Amerika yang memerintah salah satu operator telepon
terbesar di negara tersebut, Verizon, untuk menyerahkan semua nombor
pelanggan yang menerima panggilan kepada Badan Keselamatan Nasional di
Washington.
Dikecam
Menurut The Guardian, perintah ini mengharuskan Verizon
menyerahkan metadata panggilan telepon, baik untuk panggilan dalam
maupun luar negeri.
Di metadata ini terdapat informasi tentang nombor telepon
yang memanggil, nombor mana saja yang dipanggil, nombor seri unit telepon
yang dipakai, dan lamanya pembicaraan telepon.
Informasi tentang isi pembicaraan, alamat penelepon, atau informasi kewangan tidak terdapat di metadata ini.
Baik badan-badan intelijen maupun Verizon menolak memberikan komentar.
Pusat kajian hak-hak konstitusional di Amerika mengatakan
kasus ini mungkin adalah perintah pengawasan terbesar dalam sejarah di
Amerika.
Federasi organisasi hak-hak sipil mengatakan pengumpulan
catatan pembicaraan telepon oleh badan intelijen ini tidak bisa
diterima.
No comments:
Post a Comment