Sabtu, 29 Jun 2013
CALIFORNIA, KOMPAS.com - Seorang wanita California, Amerika Syarikat, dihukum
penjara seumur hidup, atas perbuatannya memotong penis suaminya pada
Julai 2011 . Seperti dilaporkan BBC pada Jumaat
(28/6/2013) malam waktu setempat atau Sabtu (29/6/2013) dini hari, wanita ini juga membuang potongan penis tersebut ke tempat pembuangan sampah
dapur.
Wanita itu, Catherine Kieu (50), baru dapat mengajukan pembebasan bersyarat bila telah menjalani hukuman ini selama tujuh tahun. Namun peguamnya bersikukuh bahawa Kieu punya masalah kesihatan mental akibat perlakuan buruk di masa kecilnya juga oleh bekas suaminya itu.
Bekas suaminya mengatakan gara-gara peristiwa ini, dia telah kehilangan hidup dan identitinya. Kieu menyerang mantan suaminya itu ada Julai 2011, menggunakan pisau dapur, setelah sebelumnya membius bekas suaminya itu dengan ubat tidur. Dalam dakwaan pendakwa di Orange County, California, Kieu juga mengikat lelaki tersebut ke tempat tidur.
Ketika peristiwa itu terjadi, menurut polis setempat, pasangan itu sedang dalam proses perceraian. Ketika polis sampai ke tempat kejadian, Kieu disebut mengatakan kepada anggota polis, "Dia (suaminya, red) layak mendapatkannya."
Wanita itu, Catherine Kieu (50), baru dapat mengajukan pembebasan bersyarat bila telah menjalani hukuman ini selama tujuh tahun. Namun peguamnya bersikukuh bahawa Kieu punya masalah kesihatan mental akibat perlakuan buruk di masa kecilnya juga oleh bekas suaminya itu.
Bekas suaminya mengatakan gara-gara peristiwa ini, dia telah kehilangan hidup dan identitinya. Kieu menyerang mantan suaminya itu ada Julai 2011, menggunakan pisau dapur, setelah sebelumnya membius bekas suaminya itu dengan ubat tidur. Dalam dakwaan pendakwa di Orange County, California, Kieu juga mengikat lelaki tersebut ke tempat tidur.
Ketika peristiwa itu terjadi, menurut polis setempat, pasangan itu sedang dalam proses perceraian. Ketika polis sampai ke tempat kejadian, Kieu disebut mengatakan kepada anggota polis, "Dia (suaminya, red) layak mendapatkannya."
Sumber :
BBC
Editor : Palupi Annisa Auliani
No comments:
Post a Comment