Insiden ini terjadi ketika mangsa hendak pulang ke rumah usai menghabiskan waktu di pub setempat. Dalam perbicaraan, mangsa mengaku mengunjungi pub tersebut untuk bermain poker setelah menghantarkan anak-anaknya ke rumah tantenya.
Dalam insiden yang terjadi pada 23 Jun 2011 lalu, seperti dilansir news.com.au, Selasa (10/9/2013), mangsa mengaku memang baru pulang dari pub sekitar pukul 04.00 pagi waktu setempat. Ketika hendak menuju ke keretanya yang ada di kawasan parkir, mangsa didekati oleh dua polis .
Kedua polis tersebut menuding korban melanggar jam memandu dalam kondisinya yang tidak stabil. Lesen memandu dan kunci kereta mangsa pun disita oleh kedua polis tersebut. Dia ditinggalkan seorang diri di kawasan parkir tersebut.
"Mereka kira saya sedang mabuk. Saya marah kerana mereka tidak melakukan ujian pernafasan kepada saya. Jika mereka tidak mengambil kunci kereta saya, tidak apa-apa. Polis itu tidak bertanya bagaimana saya pulang -- benar-benar tidak peduli," terang mangsa dalam perbicaraan.
Mangsa kemudian berusaha memecahkan kaca keretanya namun tidak berhasil. Dia melihat pelaku dan meminta bantuannya. Pelaku menjanjikan akan meminjamkan garpu yang ada di rumahnya untuk membantu menghidupkan injin keretanya tanpa kunci.
Setibanya di rumah, pelaku langsung menjadi agresif dan menyeret mangsa ke tingkat atas. Pelaku merobek baju korban dan memperkosanya.
"Saya berusaha melawan tapi tidak berdaya - saya ketakutan. Saya bilang 'hentikan' dan dia tidak mau berhenti. Ini semua salah saya kerana pergi ke sana," ucap mangsa. Mangsa berhasil lari dari rumah pelaku setelah melompat dari jendela.
Dalam perbicaraan, pelaku yang bernama Joshua Allan Schooner membantah telah memperkosa mangsa. Namun hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahawa mangsa mengalami sejumlah luka dan memar pada tubuhnya. Tidak hanya itu, semen dengan DNA pelaku juga ditemukan pada tubuh korban.
Sumber:detikNews
No comments:
Post a Comment