Wednesday, September 11, 2013

Warga Yaman meminta pemerintahnya hukum pengantin lelaki dan orangtua pengantin perempun 8 tahun yang meninggal kerana kekejaman

Rakyat Yaman meminta pemerintahnya menjatuhkan hukuman berat keatas sebuah keluarga setelah seorang kanak-kanak perempuan yang baru berusia delapan tahun meninggal dunia di malam pertama pernikahannya.
 
Gadis kecil itu ternyata dinikahkan dengan seorang lelaki dengan usia lima kali lebih tua darinya. Demikian khabar dari harian terbitan Kuwait, Al Watan, bertarikh 8/9/2013 .

Gadis kecil bernama Rawan itu meninggal dunia diyakini akibat menderita luka di alat kelaminnya dan sejumlah pendarahan dalam. Para aktivis HAM di Yaman mendesak polis      menangkap   pengantin lelaki, keluarga Rawan, dan membawa mereka ke mahkamah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Para aktivis berharap jika pemerintah menangani kes yang terjadi di kota Hardh, Provinsi Hajjah ini, maka pernikahan muda dapat dielakkan

Setelah harian Kuwait Al Watan melaporkan kisah itu, para bloger di Yaman   mengecam keluarga Rawan dan pengantin lelaki. Seorang bloger dengan identiti Angry Man mengatakan, si pengantin lelaki sangat layak dihukum seberat-beratnya kerana kejahatan yang dilakukannya. "Semua yang mendukung kejahatan ini harus dihukum," ujar Angry Man.

Bloger lain mengatakan, seharusnya keluarganya menyedari bahawa Rawan masih terlalu muda untuk menikah. "Keluarganya dan pengantin lelaki seharusnya menunggu beberapa tahun sebelum menikahinya," kata bloger bernama Sad. "Kondisi ini sangat tidak adil dan semua pernikahan seperti ini mesti dihapuskan meski mereka meyakini hal ini sebagai sebahagian budaya mereka," tambah Sad.

Sementara itu, bloger dengan nama Bu Omar mengaku sangat terganggu mengetahui kisah tragis Rawan ini. "Keluarga Rawan bukan manusia. Mereka tak pantas memiliki anak," kata dia.
Editor: Dodi Esvandi
Sumber: Kompas.com

No comments:

Post a Comment