24 Okt 2013
Patung perawan suci Maria( Mariam) menggendong Yesus(Nabi Isa) memakai baju sari menuai kecaman di India. bbc.co.uk ©2013 Merdeka.com
India timur bergolak
lantaran sebuah patung Bunda Maria memakai sari. Ini membuat marah warga
menyebut patung itu menghina tradisi Negeri Hindustan itu.
Stesyen televisyen Aljazeera melaporkan, Khamis (24/10), patung itu
berada di Desa Singphur, Provinsi Ranchi dan telah berdiri sejak Mei.
Para warga yakin gereja yang mempamerkan patung itu sudah menyuap pegawai
setempat agar benda itu boleh berdiri.
Patung digambarkan perawan Maria berpakaian sari merah dan
menggendong bayi Yesus Kristus. Sekitar 10 ribu orang dari Suku Sarna
tunjuk perasaan agar patung itu diturunkan.
Jumlah penunjuk perasaan menjadi lebih ramai lagi setelah seminggu
patung itu tidak juga diturunkan. "Kami mendesak pihak berkaitan dari
kalangan Kristian agar menurunkan patung itu. Jika ini diabaikan, kami
terpaksa menghancurkannya tanpa pemberitahuan," kata pemuka agama
komuniti Sarna Bandhan Tigga.
Dia juga mengatakan patung itu bersifat menjajah sebab Maria bukan
dari bangsa India. Kalangan Hindu menuding Kristian melakukan penyebaran
agama di bawah payung kegiatan sosial. Secara tegas warga Hindu
mengatakan mereka tidak terpikat menjadi Kristian.
Bukan hanya memakai kain sari, Maria juga digambarkan berkulit gelap
dan persis dibuat mirip Dewi Sarna Ma atau Dewi Alam. "Ini jelas akan
membingungkan generasi kami selanjutnya," ujar Tigga.
Namun pihak Kristian di Kota Jharkhand mengatakan protes ini tidak
pada tempatnya. Mereka juga sebahagian dari India meski minoriti.
"Kristiani memandang Maria sebagai ibu dan kami juga sebahagian dari suku
suku di India. Jadi amat sangat baik jika Maria terbungkus pakaian lokal
agar terikat secara emosional," kata pendeta Alex Ekka, salah satu
anggota suku Oraon.
Menurut Ekka, Maria banyak digambarkan dalam pelbagai budaya dan
tradisi. Di Afrika, Bonda Maria dilukis berkulit hitam sebagai peleburan
dengan budaya lokal. Ekka berkeras pihak gereja tidak akan menurunkan
patung itu. Menurut dia, jika tuntutan itu dipenuhi maka akan ada
tuntutan selanjutnya melarang gereja memainkan alat musik suku, atau
melakukan tarian tradisi.
Setiausaha Negara Bahagian Jharkhand dari Parti Sayap Kanan Hindu
Parishad Viswa, Gangaprasad Yadav mengatakan orang Kristian mendekati
warga suku mereka masih polos dan belum menemukan kekuatan agama Hindu.
"Semua orang India itu awalnya Hindu. Kami menolak masuk Kristian. Kami
melindungi kepentingan agama kami. Mereka masuk dan menawarkan kebaikan
itu semua ada maksudnya agar anak cucu kami masuk Kristian," ujar Yadav.
Kelompok Hindu telah memberi batasan waktu hingga 24 Disember agar gereja setempat menurunkan patung itu.
Sumber:Merdeka.com
diedit oleh idahsalam
No comments:
Post a Comment