Friday, January 10, 2014

100,000 Ekor Kelelawar Jatuh dari Angkasa dan Mati

09 Jan 2014

   
SHUTTERSTOCK Ilustrasi kawanan kelelawar.

SYDNEY, KOMPAS.com — Sekitar 100,000 ekor kelelawar jatuh dari angkasa dan mati akibat gelombang udara panas yang melanda Australia beberapa hari kebelakangan ini.

"Sangat mengerikan, cara yang mengerikan untuk mati," kata seorang pekerja konservasi, Lousie Saunders, seperti dikutip harian The Courier Mail.

"Suhu udara di atas 43 darjah celsius, dan mereka jatuh begitu saja. Kami kini memungut  bangkai kelelawar ini dan yang belum mati kami lakukan eutanasia," tambah Louise.

Para pakar kesihatan telah memperingatkan warga agar tidak memegang kelelawar yang jatuh itu kerana khuatir akan penularan virus atau terkena gigitan jika hewan itu masih hidup.

Setidaknya 16 orang menerima terapi antivirus setelah mereka melakukan kontak langsung dengan hewan-hewan itu.

"Jika anda melihat seekor kelelawar yang tergeletak di tanah, jangan menyentuhnya agar tidak terkena risiko infeksi virus kelelawar Australia," kata pegawai kesihatan negara  Queensland, Dr Jeanette Young.

"Beberapa kelelawar memang terlihat sudah mati, padahal mereka masih hidup. Ketika seseorang berusaha memindahkan mereka, maka hewan itu akan menggigit atau mencakar. Kelelawar juga memiliki cakar di sayap mereka yang juga boleh menyebabkan luka," tambah Dr Jeanette.

Bau dari bangkai kelelawar yang bertebaran itu sudah mulai mengganggu warga di Brisbane dan beberapa kota lainnya. Pemerintah sudah mengerahkan petugas kebersihan untuk memungut ribuan bangkai kelelawar dari kawasan permukiman.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: the telegraph

No comments:

Post a Comment