Rabu, 05/02/2014
Jakarta - Jacqueline Davies, seorang banduan
yang mengalami gangguan mental, kini menuntut ganti rugi atas perlakuan
yang dialaminya selama ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Yatala,
Adelaide, Australia.
Perlakuan buruk yang dialami wanita tersebut dikemukakan oleh Ombodsman Australia Selatan, yang disebut sebagai tidak memenuhi standard nasional dan internasional.
Menurut penemuan ombudsman, Davies digari di tempat tidur selama 22 jam sehari hampir sepanjang masa penahanannya yang delapan bulan di tahun 2011. Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Yatala, yang sebenarnya merupakan LP untuk lelaki.
Davies dipenjara dengan dakwaan melakukan pembakaran secara sengaja serta melakukan perlawanan terhadap petugas Lembaga Pemasyarakatan . Ia mendapat perhatian khusus kerana berusaha menyakiti dirinya sendiri.
Tuntutan ganti rugi yang kini diajukan, menurut peguamnya, bukan semata-mata kerana didorong faktor ganti rugi wang. Namun, menurut para peguam Davies, kliennya ingin agar pihak lembaga pemasyarakatan mengakui adanya diskriminasi serta agar mereka memperbaiki perlakuan atas para banduan perempuan.
Perlakuan buruk yang dialami wanita tersebut dikemukakan oleh Ombodsman Australia Selatan, yang disebut sebagai tidak memenuhi standard nasional dan internasional.
Menurut penemuan ombudsman, Davies digari di tempat tidur selama 22 jam sehari hampir sepanjang masa penahanannya yang delapan bulan di tahun 2011. Dia ditahan di Lembaga Pemasyarakatan Yatala, yang sebenarnya merupakan LP untuk lelaki.
Davies dipenjara dengan dakwaan melakukan pembakaran secara sengaja serta melakukan perlawanan terhadap petugas Lembaga Pemasyarakatan . Ia mendapat perhatian khusus kerana berusaha menyakiti dirinya sendiri.
Tuntutan ganti rugi yang kini diajukan, menurut peguamnya, bukan semata-mata kerana didorong faktor ganti rugi wang. Namun, menurut para peguam Davies, kliennya ingin agar pihak lembaga pemasyarakatan mengakui adanya diskriminasi serta agar mereka memperbaiki perlakuan atas para banduan perempuan.
No comments:
Post a Comment