Monday, February 24, 2014

Israel rugi 8 biliion dollar AS kerana boikot produknya

Kaherah,   Media Israel mengutip sejumlah pakar melaporkan, boikot komuniti internasional terhadap produk komoditi dari area permukiman Yahudi di wilayah Palestin membawa kerugian ekonomi yang cukup besar.

Harian Al Hayat,Ahad  (23/2), melaporkan, Israel mengalami kerugian sedikitnya 8 biliion dollar AS tahun 2013 akibat boikot tersebut. Aksi boikot terbesar dilakukan negara-negara Eropah, disusuli Amerika Syarikat. Pada Januari tahun ini saja, Israel sudah merugi 150 juta dollar AS akibat aksi boikot itu.

Eksport komoditi   dari area permukiman Yahudi ke mancanegara menurun hingga 20 peratus sepanjang tahun 2013. Persatuan Eropah adalah tujuan ekspot Israel terbesar, mencapai 32 peratus dari total ekspot Israel, disusuli AS. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, dari Kaherah, Mesir.

Menurut aktivis pendukung boikot produk Israel itu, kempen mereka sudah mencapai basis loyalis Israel, seperti Jerman, Belanda, dan AS. Sejumlah lembaga kewangan dan akademik di ketiga negara tersebut telah mengumumkan memboikot semua produk Israel yang dihasilkan dari area permukiman Yahudi di tanah Palestin .

Tiga perusahaan dari Eropah, minggu lalu, mundur dari tender pembangunan pelabuhan di Haifa dan Ashdod, Israel. Bank terbesar ketiga di Jerman, Deutsche Bank, beberapa hari lalu, menghentikan kontrak kerja sama dengan bank Israel, Hapoalim. Penghentian itu kerana Bank Hapoalim diketahui punya cabang di area permukiman Yahudi.

Parti Kongres Nasional Afrika (ANC) yang berkuasa di Afrika Selatan sejak tahun lalu juga memboikot Israel. Mereka menyebut Israel sebagai negara apartheid, menyerupai rezim apartheid Afrika Selatan sebelum 1994.

Pemerintah Israel mulai gerah menghadapi boikot internasional terhadap produk Israel dari area permukiman Yahudi itu. Kabinet Israel, minggu lalu, memutuskan mengalokasikan dana 30 juta dollar AS untuk kempen balasan, dipimpin Menteri Perekonomian Israel, melawan gerakan boikot itu.

Media massa Israel belakangan kerap menurunkan daftar perusahaan Eropah, AS, Kanada, Australia, dan Afrika Selatan yang memboikot produk Israel yang diproduksi di wilayah permukiman Yahudi. Beberapa perusahaan Israel akhirnya memindahkan produksi mereka ke dalam negara Israel untuk menghindari boikot itu. Di antara kilang yang telah memindahkan operasinya adalah Barkan, produsen bahan bangunan dan alat perlengkapan rumah, yang sebelumnya berbasis di Tebing Barat.

Gerakan boikot internasional terhadap Israel yang menguat ini bermula dari inisiatif 170 organisasi non-pemerintah Palestin  yang mendirikan gerakan boikot internasional terhadap Israel pada tahun 2005. Salah satu inisiatornya, Mustafa Barghouti, mengatakan, gerakan boikot internasional terhadap Israel yang dimulai hampir 10 tahun lalu telah membuahkan hasil signifikan di lapangan.

  
Reuters Seorang pekerja Palestin di kilang  SodaStream di Tebing Barat Maale Adumim.
 24/2/14
Editor : Egidius Patnistik
Sumber: KOMPAS CETAK

No comments:

Post a Comment