Tuesday, April 22, 2014

Hanya satu kru feri Sewol yang tenggelam dianggap menjadi pahlawan

 
CNN.com Foto Park Jee Young, satu-satunya kru feri Sewol, kapal yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014), yang disebut oleh para korban selamat sebagai pahlawan. Dia menjadi satu dari 104 orang yang terbunuh, hingga Selasa  22/4/2014. Dalam musibah ini, 198 orang masih hilang, dari total 476 orang di atas kapal ketika kapal tenggelam.

SEOUL, KOMPAS.com - Satu per satu kru kapal Sewol, feri yang tenggelam di Korea Selatan pada Rabu (16/4/2014) pagi, ditangkap atas tuduhan kelalaian. Hanya satu kru yang dianggap menjadi pahlawan. Dia adalah wanita berumur 22 tahun, Park Jee Young, yang kemudian menjadi salah seorang korban maut dalam kecelakaan itu.

Saksi yang juga para korban selamat mengatakan Park adalah kru yang membantu mereka menyelamatkan diri dari kapal dan membahagikan jaket pelampung. Ketika satu penumpang sudah meninggalkan kapal yang dengan cepat tenggelam, Park segera berusaha menjangkau penumpang lain untuk menyelamatkannya.

Ketika orang-orang bertanya Park kenapa dia tak mengenakan jaket keselamatan, dia menjawab bahawa awak kapal akan menjadi orang terakhir yang menyelamatkan diri dan dia berkewajiban terlebih dahulu membantu orang lain menyelamatkan diri. Pada Isnin (21/4/2014), jasad Park disemayamkan di rumah mayat di kota Incheon.
 
CNN.com Deretan karangan bunga memenuhi lorong menuju ruang persemayaman bagi Park Jee Young di Incheon, Korea Selatan, Isnin (21/4/2014).
 Pada salah satu hari persemayaman, seorang lelaki dengan luka terbebat di kepalanya, muncul di ruang persemayaman Park.

Keluarga Park menanyakan hubungan lelaki itu dengan Park, jawabannya adalah dia merupakan salah seorang korban cedera dari feri yang tenggelam tersebut dan dia berhutang nyawa pada Park. Kata dia, Park adalah orang yang memberinya kain untuk menghentikan pendarahan luka di kepalanya dan membantu dia keluar dari kapal ketika air terus "menelan" kapal.

"Dia sangat bertanggung jawab dan begitu baik," kata nenek Park, Jung Jee Kwon, yang duduk di lantai, bersandar di dinding, tak mampu berdiri lagi, di ruang persemayaman. Anggota keluarga yang lain berlutut mengitari Jung, memegang tangannya, dan menangis bersamanya. 

Bunga krisan dan lili putih, memenuhi lorong menuju ruang persemayaman Park. Bersama deretan bunga itu tertempel beragam pesan seperti, "Kami tak akan melupakan semangat mulia anda", "Kami akan selalu ingat pengorbanan anda", atau "Hero". 

Selain itu, sudah muncul pula petiyen online yang mendesak pemerintah memberi Park penghargaan Good Samaritan, penghargaan untuk para pahlawan terkait pengorbanan ketika  memberikan pertolongan bagi orang lain.
Keluarga Park pun bercerita, gadis ini punya cita-cita belajar di universiti. Namun, dia merasa bertanggung jawab atas keluarganya, setelah sang ayah meninggal dua tahun lalu. Maka, pada 2012 dia bergabung ke perusahaan feri yang mengoperasikan Sewol dan baru enam bulan lalu menjadi awak Sewol sebagai bukti kerjayanya
"Ini sangat tidak adil bahawa Jee Young kami harus mati sementara kapten menyelamatkan diri," kata bibi Park yang menolak menyebutkan namanya. "Jee Young sangat bertanggung jawab dan kapten hanya lari."


Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: CNN

No comments:

Post a Comment