12 Mei 2014

Di rumah mewah inilah, Shoja Shojai menyekap sejumlah wanita cantik yang kemudian dia hamili.
LONDON, KOMPAS.com - Seorang jutawan Inggeris yang
dituduh menjadi bapak tujuh anak dari sejumlah model yang dikurungnya di
sebuah rumah mewah yang disewanya di Costa del Sol, Sepanyol, ditangkap polis negera itu.
Polis Sepanyol mendatangi rumah mewah bergaya Arabia di Marbella ini setelah salah seorang perempuan yang dikurungnya melaporkan kekerasan dalam rumah tangga kepada polis .
Setelah Shoja Shojai (56), lelaki kelahiran Iran itu, berada di dalam tahanan polis , sembilan wanita lain yang ada di dalam rumah mewah itu mulai mengajukan tuntutan.
Mereka menuduh Shoja mengurung mereka di Sepanyol secara paksa. Mereka juga menuduh Shoja melakukan pelecehan dan kekerasan untuk memastikan mereka tidak melarikan diri.
Para perempuan yang menyebut Shoja dengan panggilan "Sasha" itu berasa dari berbagai negara seperti Rusia, Jerman, Mongolia dan Kazakhstan. Para perempuan itu bertemu Shoja ketika mereka menimba ilmu di sekolah fesyen London.
Kepada setiap perempuan yang ditemuinya, Shoja selalu mengaku sebagai pengusaha minyak dan berteman akrab dengan Barack Obama dan Vladimir Putin. Setelah terpikat dengan tipu dayanya, Shoja lalu mengajak mereka ke Sepanyol dan dijanjikan kerjaya di dunia industri fashion.
Namun, begitu apabila tiba di Sepanyol para wanita itu dibawa ke sebuah rumah mewah berkamar 10 di sebuah bukit dekat kota Marbella yang dikenal sebagai Casa Saf. Di sana, Shoja secara bergilirian tidur bersama para perempuan cantik tersebut, hingga beberapa di antara mereka hamil dan melahirkan.
Kepada polis para wanita itu mengatakan mereka secara praktis dikurung di rumah mewah itu dan hanya boleh pergi jika didampingi pemandu sekaligus pengawal Shoja. Para perempuan itu mengatakan Shoja mengancam akan menyakiti keluarga dan anak-anak mereka jika para wanita itu tidak menuruti keinginannya.
Tak berhenti di itu, Shojai juga memaksa para perempuan itu "patungan" untuk membayar sewa rumah mewah yang mencapai 6,500 poundsterling setiap bulannya.
Sementara itu, kepada polis Shojai menolak semua tuduhan yang dijatuhkan kepadanya. Dia mengatakan para wanitatu bekerja untuk perusahaannya di Sepanyol.
Shojai mengakui dia memang berhubugan seks dengan para perempuan itu. Namun, soal kehamilan, Shojai mengatakan semua adalah kesalahan para perempuan itu yang gagal melakukan pencegahan.
Shojai malah meminta polis untuk menyiasat dugaan pencurian perhiasan bernilai jutaan poundsterling serta benda-benda seni dan karpet Persia, selama dua hari dia terpaksa menginap di lokap polis .
Shojai diketahui hanya menikahi secara resmi seorang dari 10 perempuan yang disekapnya. Namun, tidak diketahui apakah wanita Denmark berusia 33 tahun itu termasuk di antara para penggugat.
|Ketika ini Shojai dibebaskan dengan wang jaminan namun dilarang mendekati para wanita itu ketika penyiasatan masih berlangsung. Polis Sepanyol juga telah meminta keterangan dari polis England terkait Shojai dan para wanita tersebut.
Sementara itu, kesepuluh perempuan dan anak-anak mereka yang berusia antara sembilan bulan hingga tujuh tahun, kini ditempatkan di sebuah lokasi selamat.
Polis Sepanyol mendatangi rumah mewah bergaya Arabia di Marbella ini setelah salah seorang perempuan yang dikurungnya melaporkan kekerasan dalam rumah tangga kepada polis .
Setelah Shoja Shojai (56), lelaki kelahiran Iran itu, berada di dalam tahanan polis , sembilan wanita lain yang ada di dalam rumah mewah itu mulai mengajukan tuntutan.
Mereka menuduh Shoja mengurung mereka di Sepanyol secara paksa. Mereka juga menuduh Shoja melakukan pelecehan dan kekerasan untuk memastikan mereka tidak melarikan diri.
Para perempuan yang menyebut Shoja dengan panggilan "Sasha" itu berasa dari berbagai negara seperti Rusia, Jerman, Mongolia dan Kazakhstan. Para perempuan itu bertemu Shoja ketika mereka menimba ilmu di sekolah fesyen London.
Kepada setiap perempuan yang ditemuinya, Shoja selalu mengaku sebagai pengusaha minyak dan berteman akrab dengan Barack Obama dan Vladimir Putin. Setelah terpikat dengan tipu dayanya, Shoja lalu mengajak mereka ke Sepanyol dan dijanjikan kerjaya di dunia industri fashion.
Namun, begitu apabila tiba di Sepanyol para wanita itu dibawa ke sebuah rumah mewah berkamar 10 di sebuah bukit dekat kota Marbella yang dikenal sebagai Casa Saf. Di sana, Shoja secara bergilirian tidur bersama para perempuan cantik tersebut, hingga beberapa di antara mereka hamil dan melahirkan.
Kepada polis para wanita itu mengatakan mereka secara praktis dikurung di rumah mewah itu dan hanya boleh pergi jika didampingi pemandu sekaligus pengawal Shoja. Para perempuan itu mengatakan Shoja mengancam akan menyakiti keluarga dan anak-anak mereka jika para wanita itu tidak menuruti keinginannya.
Tak berhenti di itu, Shojai juga memaksa para perempuan itu "patungan" untuk membayar sewa rumah mewah yang mencapai 6,500 poundsterling setiap bulannya.
Sementara itu, kepada polis Shojai menolak semua tuduhan yang dijatuhkan kepadanya. Dia mengatakan para wanitatu bekerja untuk perusahaannya di Sepanyol.
Shojai mengakui dia memang berhubugan seks dengan para perempuan itu. Namun, soal kehamilan, Shojai mengatakan semua adalah kesalahan para perempuan itu yang gagal melakukan pencegahan.
Shojai malah meminta polis untuk menyiasat dugaan pencurian perhiasan bernilai jutaan poundsterling serta benda-benda seni dan karpet Persia, selama dua hari dia terpaksa menginap di lokap polis .
Shojai diketahui hanya menikahi secara resmi seorang dari 10 perempuan yang disekapnya. Namun, tidak diketahui apakah wanita Denmark berusia 33 tahun itu termasuk di antara para penggugat.
|Ketika ini Shojai dibebaskan dengan wang jaminan namun dilarang mendekati para wanita itu ketika penyiasatan masih berlangsung. Polis Sepanyol juga telah meminta keterangan dari polis England terkait Shojai dan para wanita tersebut.
Sementara itu, kesepuluh perempuan dan anak-anak mereka yang berusia antara sembilan bulan hingga tujuh tahun, kini ditempatkan di sebuah lokasi selamat.
| Editor | : Ervan Hardoko |
| Sumber | : Daily Mail |
No comments:
Post a Comment