Sunday, May 11, 2014

Kisah gadis yang berjaya lari dari militan Pelampau Islam di Nigeria

11/5/14 
Kisah siswi Nigeria berhasil kabur dari penculikan Boko Haram
Amina Tsawur dan temannya Martha. ©Daily Mail Amina Tsawur, 17 tahun, tidak pernah membayangkan dia bakal diculik oleh kelompok ekstrem militan Boko Haram di Nigeria. Dia akhirnya berhasil melarikan diri.

Amina bersama sekitar 300 pelajar perempuan sekolah menengah lainnya di Chibok, Negara   Borno, Nigeria, diculik ketika sedang mengikuti ujian di sekolah pada 14 April lalu.

"Waktu itu sekitar pukul 23.00 dan kami sangat takut ketika mendengar suara tembakan. Kami tidak tahu nak buat apa atau lari ke mana," kata Amina, seperti dilapor surat khabar the Daily Mail, Ahad (11/5).

Amina mengisahkan ketika sedang dalam penangkapan para penculik bersenjata itu melecehkan teman-teman siswinya dan mengancam akan membunuh mereka dan para guru.

"Kami sangka mereka tentera. Mereka menyuruh kami naik ke truk dan ketika mereka bertakbir, kami tahu mereka militan. Kami mulai menangis dan berteriak minta tolong. Tapi mereka menyuruh kami diam atau kami akan dibunuh."

Hingga kini Amina masih trauma atas penculikan itu. Dia takut teman-temannya diperkosa atau disakiti oleh para militan Boko Haram pimpinan Abubakar Shekau.

"Mereka membawa kami ke semak-semak. Mereka terus membawa truk sepanjang malam hingga pagi. Setelah tiba di suatu tempat mereka menyuruh sebahagian dari kami memasak, sebahagian lagi disuruh mencuci dan menggiling jagung."

Menurut Amina para militan pelampau Islam itu menyuruh para siswi itu berhenti sekolah dan mereka akan menikahi para siswi itu.

"Mereka juga menyebut para guru dan pemerintah orang kafir dan layak dibunuh."

Amina akhirnya menceritakan bagaimana dia berhasil melarikan diri.

Salah seorang anggota Boko Haram, kata dia, suatu kali menyuruh dia berpisah dari tawanan lain. Dia mengikuti perintah itu lalu lari ke dalam hutan dan akhirnya sampai di sebuah jalan besar. Seorang penunggang motorsikal akhirnya menyelamatkan dia ke kota terdekat, Damboa, di tepi hutan, sekitar 80 kilometer dari Ibu Kota Negara  Borno, Maiduguri.


Seorang remaja lainnya mengatakan, dia berhasil lolos ketika diminta para penculiknya untuk mengambil air bersih.

"Kami naik iring-iringan truk sepanjang malam sebelum mencapai tujuan kami, yaitu hutan," kata salah seorang gadis yang tak mau disebut namanya.

"Lalu pada hari berikutnya mereka menyuruh kami mengambil air bersih. Ketika itulah kami mendapat kesempatan untuk melarikan diri," tambah dia.

"Meski mereka menembak , kami nekat mengambil kesempatan itu. Dan atas pertolongan Tuhan, kami dapat sampai di Chibok dua hari kemudian," ujar dia.

Secara keseluruhan, sedikitnya 50 orang siswi berhasil menyelamatkan diri dalam kes penculikan yang terjadi pada 14 April lalu itu.

Sementara itu, sejumlah negara seperti AS, England, dan Perancis mengirimkan para pakarnya ke Nigeria untuk membantu pencarian  gadis-gadis tersebut. Nigeria menghantar dua batalion tentera untuk penyelamatan
Sekitar 50 siswi lainnya dilaporkan berhasil lari dari tawanan Boko Haram.



Merdeka.com /kompas.com

No comments:

Post a Comment