11/5/14
Restoran Jepun bagi pengunjung botak. ©Daily Mail
Sebuah
restoran bernama Otasuke di Daerah Akasaka, Ibu Kota Tokyo, Jepun,
memberikan diskaun besar bagi para pengunjung tak punya rambut alias
gundul.
Restoran itu mendorong para pengunjung botak untuk tidak malu-malu memperlihatkan kepala gundul mereka di depan publik.
"Kebotakan jadi masalah peka di Jepun, tapi di Hollywood ada sejumlah bintang film yang tidak peduli rambut mereka botak dan justru bangga dengan kegundulannya," kata pemilik restoran Yoshiko Toyoda, seperti dilansir
surat khabar the Daily Mail, Sabtu (10/5). "Saya fikir cukup bagus mendukung semangat itu di restoran ini."
Restoran Otasuke cukup disukai oleh kelompok lelaki separuh umur di Jepun. Para pengunjung botak boleh mendapat diskaun hingga Rp 56 ribu dan potongan harga itu akan bertambah besar jika anda mengajak rakan sesama gundul. Jika lima orang memesan minuman maka satu minuman gratis.
Di Jepun kebotakan memang tidak sepopular di negara-negara Barat tapi isu ini cukup mempengaruhi 26 peatus lelaki Jepun, kata Aderans, pembuat rambut palsu terkenal di Jepun.
Masalah genetik termasuk faktor pembuat seseorang menjadi botak. Tapi terlalu stress dalam bekerja juga menjadi kambing hitam bagi kebotakan.
"Ketika anda pertama mengalami kebotakan maka itu sangat mengejutkan, tidak diragukan lagi," kata Shiro Fukai, 48 tahun, sambil menikmati minuman di restoran itu.
"Bagi ahli perniagaan Jepun masalah ini cukup berat. Stress dalam bekerja juga mempengaruhi dan rambut anda mulai rontok."Merdeka.com
Restoran itu mendorong para pengunjung botak untuk tidak malu-malu memperlihatkan kepala gundul mereka di depan publik.
"Kebotakan jadi masalah peka di Jepun, tapi di Hollywood ada sejumlah bintang film yang tidak peduli rambut mereka botak dan justru bangga dengan kegundulannya," kata pemilik restoran Yoshiko Toyoda, seperti dilansir
surat khabar the Daily Mail, Sabtu (10/5). "Saya fikir cukup bagus mendukung semangat itu di restoran ini."
Restoran Otasuke cukup disukai oleh kelompok lelaki separuh umur di Jepun. Para pengunjung botak boleh mendapat diskaun hingga Rp 56 ribu dan potongan harga itu akan bertambah besar jika anda mengajak rakan sesama gundul. Jika lima orang memesan minuman maka satu minuman gratis.
Di Jepun kebotakan memang tidak sepopular di negara-negara Barat tapi isu ini cukup mempengaruhi 26 peatus lelaki Jepun, kata Aderans, pembuat rambut palsu terkenal di Jepun.
Masalah genetik termasuk faktor pembuat seseorang menjadi botak. Tapi terlalu stress dalam bekerja juga menjadi kambing hitam bagi kebotakan.
"Ketika anda pertama mengalami kebotakan maka itu sangat mengejutkan, tidak diragukan lagi," kata Shiro Fukai, 48 tahun, sambil menikmati minuman di restoran itu.
"Bagi ahli perniagaan Jepun masalah ini cukup berat. Stress dalam bekerja juga mempengaruhi dan rambut anda mulai rontok."Merdeka.com
No comments:
Post a Comment