Saturday, May 10, 2014

Korban Pelecehan Seks Hantar Surat Meminta Keadilan kepada Pope Fransiskus

Sabtu, 10 Mei 2014
 
gambar hiasan

VATIKAN,  Korban pelecehan seks oleh para paderi di Itali , Jumaat (9/5/2014), meminta keadilan langsung kepada Pope Fransiskus. Mereka meminta Pope membentuk jawatankuasa untuk menyisat "halaman belakang" Vatikan. 

Dalam surat dan video yang diunggah di dunia maya, 17 korban mengecam perlakuan yang mereka terima dari Gereja Katolik dan Vatikan. Setengah dari para korban ini adalah bekas pelajar dari sekolah tunarungu yang terkenal di Verona, Itali .

Di sekolah tersebut, ratusan anak-anak diyakini telah mengalami penyerangan seksual selama bertahun-tahun oleh dua dozen imam kristian dan bruder. Organisasi Abuse Network, salah satu organisasi paling aktif di Itali , menyatakan telah mengirimkan salinan video tuntutan ini kepada Wakil Menteri Luar Negeri Vatikan.
Melalui surat lain yang dikirimkan langsung kepada Fransiskus pada bulan lalu, para korban dari sekolah di Verona telah menyerukan pembentukan jawatankuasa penyiasatan  sebagaimana yang telah dibentuk di Ireland  dan Australia, untuk menyiasat  dugaan kekerasan seksual oleh para paderi itu di Itali .
Organisasi ini telah mengunggah sekitar 150 nama para imam paderi di Itali . Menurut organisasi tersebut, para imam itu telah mendapatkan hukuman dari mahkamah  Itali  sejak 2000, atas kejahatan dan penyalahgunaan kuasa.
Menurut organisasi ini, hukuman mahkamah  tersebut menunjukkan bahawa kejahatan itu nyata terjadi di Itali . Namun, kata mereka, Konferensi Wali Gereja Itali  terlalu lembab menangani masalah itu dan baru pada tahun ini mengeluarkan pedoman mandat Vatikan tentang cara melindungi anak-anak dari ancaman kejahatan seksual.
Namun, kelompok-kelompok korban pelecehan seksual oleh para imam ini meradang kerana pedoman yang diterbitkan Wali Gereja itu tetap mencantumkan bahawa uskup tidak punya kewajiban hukum untuk melaporkan kes pelecehan kepada  polis  . Dalam panduan itu, para uskup hanya terkena kewajiban moral untuk melaporkan pelecehan tersebut.
Salah satu penasihat kunci Pope, Kardinal Sean O'Malley, mengatakan, "kekurangan" dalam panduan hasil konferensi nasional para uskup itu akan "ditambal" oleh Dewan Penasihat Pope yang menangani skandal pelecehan seksual.
Editor : Palupi Annisa Auliani
Sumber: Associated Press/KOMPAS.com —

No comments:

Post a Comment