6/8/14
(Foto: Reuters)
AMMAN - Konflik antara Israel dan pejuang Palestin
mulai reda untuk sementara waktu. Mengingat kedua belah pihak tersebut
telah bersepakat gencatan senjata selama 72 jam.
Melihat situasi seperti ini, dirasa penting bagi Palestin untuk menyusun kembali Organisasi Pembebasan Palestin (PLO). Sehingga dengan begitu Palestin dapat berbicara hanya dengan satu suara.
Melansir dari Middle East Online, Rabu (6/8/2014), dibentuknya PLO dipercaya dapat berguna dalam membantu pemerintahan Palestin yang baru dibentuk ketika ini.
Seperti diketahui, susunan pemerintahan Palestin ketika ini telah diisi oleh kubu Fatah dan Hamas. Hal ini dipercaya dapat menyukarkan Palestin untuk mengambil segala kebijakan. Mengingat latar belakang politik kedua kubu tersebut berbeda satu sama lain.
Sebelumnya, dalam dua dekade terakhir ini Palestin dianggap memiliki kelemahan penting. Hal ini dipicu akibat adanya fragmentasi politik di mana Hamas menguasai Gaza dan Fatah menguasai wilayah Tebing Barat.
Dalam segi politik Fatah merupakan pejuang yang kerap mengejar negosiasi diplomatik dengan Israel. Sementara Hamas selalu terlibat dalam perlawanan bersenjata dengan Israel.
Diprediksi dengan kembalinya PLO dapat memberikan tekanan besar terhadap Israel, Amerika Syarikat (AS). Ketika ini, Palestin dan Israel telah melakukan pertemuan di Kaherah, Mesir. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas tindakan lanjut dari gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak tersebut. Okezone
Melihat situasi seperti ini, dirasa penting bagi Palestin untuk menyusun kembali Organisasi Pembebasan Palestin (PLO). Sehingga dengan begitu Palestin dapat berbicara hanya dengan satu suara.
Melansir dari Middle East Online, Rabu (6/8/2014), dibentuknya PLO dipercaya dapat berguna dalam membantu pemerintahan Palestin yang baru dibentuk ketika ini.
Seperti diketahui, susunan pemerintahan Palestin ketika ini telah diisi oleh kubu Fatah dan Hamas. Hal ini dipercaya dapat menyukarkan Palestin untuk mengambil segala kebijakan. Mengingat latar belakang politik kedua kubu tersebut berbeda satu sama lain.
Sebelumnya, dalam dua dekade terakhir ini Palestin dianggap memiliki kelemahan penting. Hal ini dipicu akibat adanya fragmentasi politik di mana Hamas menguasai Gaza dan Fatah menguasai wilayah Tebing Barat.
Dalam segi politik Fatah merupakan pejuang yang kerap mengejar negosiasi diplomatik dengan Israel. Sementara Hamas selalu terlibat dalam perlawanan bersenjata dengan Israel.
Diprediksi dengan kembalinya PLO dapat memberikan tekanan besar terhadap Israel, Amerika Syarikat (AS). Ketika ini, Palestin dan Israel telah melakukan pertemuan di Kaherah, Mesir. Pertemuan ini bertujuan untuk membahas tindakan lanjut dari gencatan senjata yang disepakati kedua belah pihak tersebut. Okezone
No comments:
Post a Comment