8/8/14
Tentera China makan mi dengan air lumpur. @Weibo
Sebuah
foto memperlihatkan sekumpulan tentera China sedang makan mi segera
seharusnya boleh membangkitkan rasa kebanggaan nasional, tapi rupanya
foto itu malah menimbulkan kemarahan sehingga dua kantor berita nasional harus meminta maaf kepada publik.
Sekumpulan tentera itu adalah sebahagian dari pasukan penyelamat di Wilayah Yunan untuk membantu wilayah itu yang kena gempa yang meragut lebih dari 600 jiwa hingga hari ini. Di foto itu terlihat para tentera terpaksa memasak mi segera mereka dengan air lumpur, seperti dilansir BBC, Jumaat (8/8).
Namun foto dipublikasikan ke khalayak itu menuai kontroversi. Sejumlah warga pengguna media sosial Weibo di China bereaksi dengan mengkritik pemerintah.
"Ke mana perginya wang warga yang sudah bayar cukai?" Bagaimana dengan anggaran pengeluaran tentera yang begitu besar?" tanya salah satu pengguna media sosial.
"Jika ini terjadi di dalam sistem demokrasi, seseorang harus undur," kata warga lain.
Kejadian ini cukup mempermalukan pemerintah China dalam dua hal. Pertama, tentera China terlihat tidak terorganisir dengan baik. Kedua, dua kantor media pemerintah yang menjadi mesin propaganda selama ini seolah tidak tersentuh.
Khuatir atas reaksi warga di media sosial, pihak Global Times yang mempublikasikan foto itu segera mengeluarkan cerita sebenarnya dengan mengatakan para tentera itu sebetulnya memiliki persediaan air bersih. Sedangkan Radio Nasional China menyatakan para tentera itu memang makan mi lumpur dan wartawan mereka yang membuat liputan itu juga makan mi yang sama.
Akhirnya kedua media itu menyatakan dua cerita itu sama-sama benar. Tentera punya persediaan air bersih tapi memilih makan mi dengan air lumpur kerana warga tempatan sudah menyiapkan makanan itu. merdeka.com
No comments:
Post a Comment