Saturday, November 29, 2014

Foto Ratusan Ribu Haiwan Dipotong secara Massal dalam Upacara Keagamaan di Nepal

Sabtu, 29 November 2014
 
daily mail Pemotongan haiwan secara massal di Nepal

NEPAL,   Lebih dari 250,00 hewan dibariskan untuk dilakukan pemotongan ketika Nepal akan melancarkan festival keagamaan di mana kerbau, burung, kambing dikorbankan untuk menyenangkan dewi-dewi Hindu.

Jutaan pemeluk Hindu berduyun-duyun mendatangi lokasi upacara yang dijalankan  tiap 5 tahun sekali di kuil Gadhimai, dewi kekuatan, di Bariyarpur, Nepal, yang berbatasan dengan India.

Pada festival sebelumnya, lebih dari 250,000 burung dipotong, menurut organisasi hak-hak hewan, PETA, yang meminta untuk menghentikan ritual tersebut.

Festival tersebut diakhiri dengan ritual memenggal lima ribu kerbau di satu kawasan dekat kuil tersebut. Ritual itu selesai dilakukan selama dua hari.

Aktivis dari PETA terus meneruskan kempen  untuk menghentikan pembantaian massal tersebut, meski begitu, panitia ritual justru menyebut festival tahun ini menjadi yang terbesar.

Sebanyak 2.5 juta pengunjung menonton festival tersebut, menurut pegawai setempat, Yogendra Prasad Dulal. Ia juga mengatakan mustahil menghitung jumlah keseluruhan hewan yang dikorbankan selama ini.

"Ini adalah hari yang besar," kata Mangal Chaudary, kepala pendeta dari kuil Gadhimai. "Pengorbanan dari kerbau-kerbau sudah selesai, tapi akan kami lanjutkan dengan pemotongan kambing dan hewan lainnya untuk satu hari ke depan," lanjutnya.

Pada hari pertama festival, pemuja memotong lebih dari 6,000 kerbau di satu kawasan bersama dengan sedikitnya 100,000 kambing dan hewan lainnya, kata Chaudary.

Festival itu berlangsung hingga Sabtu ini hingga setidaknya 100,000 hewan sudah dikorbankan untuk dewi Gadhimai.

Nepal merupakan negara dengan penduduk mayoriti Hindu, setidaknya lebih dari 80 peratus atau 27 juta penduduknya adalah pemeluk agama Hindu. Namun, berbeda dengan India, mereka masih mengorbankan hewan untuk memuaskan dewa selama festival dilakukan.

Untuk menjaga festival itu, pemerintah menurunkan ribuan anggota   polis  untuk memastikan tidak ada rusuhan antara aktivis dengan jemaah. "Ini adalah ritual yang berkaitan dengan keyakinan orang," kata Yogendra Dulal, seorang pegawai di distrik Bara, tempat kuil itu berada. Yogendra menilai tidak boleh menghentikan ritual tersebut

Para pemuja percaya pengorbanan hewan itu akan mendatangkan keberuntungan dan kesejahteraan setelah dewi Gadhimai terpuaskan.

Ritual itu dimulai pada pagi hari dengan upacara Pancha Bali atau pengorbanan lima hewan, terdiri dari tikus, kambing, ayam jantan, babi, dan burung dara.

Meskipun lembu dianggap suci, ribuan hewan yang dipotong di gambar adalah kerbau. Sebanyak 6,000 kerbau digiring di satu kawasan terbuka, kemudian mereka dipenggal kepalanya mulai dari atas menggunakan pedang khas. Ribuan kambing dan ayam juga sebelumnya dikorbankan.

Adapun bahagian kepala dari hewan yang dikorbankan akan dikubur dalam liang kubur yang besar, sedangkan bahagian kulit akan dijual ke pedagang.

"Sangat tidak layak membunuh binatang dengan mengatasnamakan agama," kaat Uttam Kafle, anggota perlindungan hak hewan kepada Reuters.

"Kami mencuba meyakinkan masyarakat bahawa mereka boleh saja melakukan pemujaan dengan cara yang damai tanpa perlu melakukan kekejaman terhadap hewan," lanjut Uttam
 
Mahkamah Tinggi India kebelakangan ini sudah meminta pemerintah untuk menghentikan pengiriman hewan ke Nepal yang digunakan untuk upacara tersebut.
Editor : Fidel Ali Permana
Sumber: Daily Mail/KOMPAS.com

No comments:

Post a Comment