9 November 2014
IST
TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA – Pham adalah buruh kilang di Vietnam yang sempat menjadi buah mulut di Singapura. Dia
mengaku "ditipu" pemilik kedai Mobile Air di Sim Lim Square, Singapura.
Lelaki berumur 28 tahun ini mulnya berniat membelikan iPhone 6 untuk hadiah bagi pacarnya. Setelah membayar telepon genggam seharga 950 dollar Singapura itu, dia masih diminta membayar biaya garansi senilai 1,500 dollar Singapura.
Pham
yang kurang fasih berbahasa Inggeris ini berfikir garansi adalah pakej
tambahan gratis untuk pembelian iPhone itu. Sama sekali tak tebersit di
benak Pham dia bakal tertipu di Singapura, negara dengan reputasi
sebagai tempat belanja yang selamat.
Sebagai buruh kilang di Vietnam,
Pham mendapat gaji yang nilainya setara 200 dollar Singapura. Susah
payah dia menabung untuk dapat membelikan iPhone 6
bagi pacarnya itu. Setelah sedar tertipu soal garansi tersebut, Pham
sampai berlutut kepada taukeh kedai, memohon wangnya kembali. Namun,
Pham hanya mendapat ketawaan dari pengelola toko itu.
Setelah polis dan Asosiasi Konsumen Singapura ( CASE) turun tangan, barulah Pham mendapatkan kembali wangnya, itu pun hanya 400 dollar Singapura dan tanpa iPhone yang susah payah diusahakannya itu.
Begitu
khabar itu muncul di media sosial, pemilik toko tersebut menjadi
"bulan-bulanan" di lini masa para netizen. Tidak lama setelah kes pelancung Vietnam ini ramai diberitakan, para hacker langsung bertindak
dengan caranya sendiri.
Data peribadi dari Mobile Air, mulai dari
identiti pemilik yang menipu pelancung vietnam ini, foto peribadi, foto
isteri, nombor identiti, tempat tinggal, hingga percakapan yang dilakukan
mengenai keperluan perniagaan dari Mobile Air mulai terekspose di dunia
maya. Bahkan foto peribadi Jover Chew diekspose habis-habisan.
Sementara
itu J2 Mobile yang mengatakan bahawa mereka tidak ada kaitannya dengan
kes ini. Padahal J2 Mobile dimiliki oleh orang yang sama dengan Mobile
Air, yaitu Jover Chew. Masyarakat Singapura
juga mengecam keras dan menulis di wall J2 Mobile di Facebook : "Don't
lie la... whole singapore people already put price on your head." Dan
nasib Jover semakin menjadi bulan-bulanan dengan kreasi Meme konyol dan
lucu dari para netizen.
No comments:
Post a Comment