Monday, November 10, 2014

Gambar tak senonoh taukeh kedai telepon yang dipercayai tipu pelanggan tersebar

 9 November 2014

Diduga Tipu Turis Vietnam, Foto Tak Senonoh Pemilik Toko Singapura DisebarIST

TRIBUNNEWS.COM, SINGAPURA – Pham adalah buruh kilang di Vietnam yang sempat menjadi buah mulut di Singapura. Dia mengaku "ditipu" pemilik kedai  Mobile Air di Sim Lim Square, Singapura. 

Lelaki berumur 28 tahun ini  mulnya berniat membelikan iPhone 6 untuk hadiah bagi pacarnya. Setelah membayar telepon genggam seharga 950 dollar Singapura itu, dia masih diminta membayar biaya garansi senilai 1,500 dollar Singapura.

Pham yang kurang fasih berbahasa Inggeris ini berfikir garansi adalah pakej tambahan gratis untuk pembelian iPhone itu. Sama sekali tak tebersit di benak Pham dia bakal tertipu di Singapura, negara dengan reputasi sebagai tempat belanja yang selamat.

Sebagai buruh kilang di Vietnam, Pham mendapat gaji yang nilainya setara 200 dollar Singapura. Susah payah dia menabung untuk dapat membelikan iPhone 6 bagi pacarnya itu. Setelah sedar tertipu soal garansi tersebut, Pham sampai berlutut kepada taukeh kedai, memohon wangnya kembali. Namun, Pham hanya mendapat ketawaan dari pengelola toko itu.

Setelah polis  dan Asosiasi Konsumen Singapura ( CASE) turun tangan, barulah Pham mendapatkan kembali wangnya, itu pun hanya 400 dollar Singapura dan tanpa iPhone yang susah payah diusahakannya itu.
Begitu khabar itu muncul di media sosial, pemilik toko tersebut menjadi "bulan-bulanan" di lini masa para netizen. Tidak lama setelah kes pelancung Vietnam ini ramai diberitakan, para hacker langsung bertindak dengan caranya sendiri. 

Data peribadi dari Mobile Air, mulai dari identiti pemilik yang menipu pelancung vietnam ini, foto peribadi, foto isteri, nombor identiti, tempat tinggal, hingga percakapan yang dilakukan mengenai keperluan perniagaan dari Mobile Air mulai terekspose di dunia maya. Bahkan foto peribadi Jover Chew diekspose habis-habisan.

Sementara itu J2 Mobile yang mengatakan bahawa mereka tidak ada kaitannya dengan kes ini. Padahal J2 Mobile dimiliki oleh orang yang sama dengan Mobile Air, yaitu Jover Chew. Masyarakat Singapura juga mengecam keras dan menulis di wall J2 Mobile di Facebook : "Don't lie la... whole singapore people already put price on your head." Dan nasib Jover semakin menjadi bulan-bulanan dengan kreasi Meme konyol dan lucu dari para netizen.

No comments:

Post a Comment