5/12/14
kedai getok singapura ditutup. ©mediacorp
Masih
ingat mall Slim Lim Square di Singapura? Pemerintah setempat beberapa
waktu lalu memasang peringatan supaya pelancung asing berhati-hati dengan
tujuh kios nakal yang sering menggunakan trik curang untuk memeras.
Gerah melihat aksi-aksi nakal di Slim Lim, Polis Singapura bertindak pada Khamis (4/12) petang waktu setempat. Dua kios yang dipercayai paling melanggar digerebek, yakni Kios De.Mac Gadget di Los 01-5 serta Gadget Terminal di los 02-80. Kios yang belakangan disebut dipercayai paling nakal, lantaran sebulan terakhir sudah mendapat komplain 14 pelanggan.
Bahkan, citra nakal itu sudah diketahui warga NegeraSinga itu, yang ogah belanja di sana. "Jangan belanja di Slim Lim, sudah cari barang elektronik di Orchard saja," kata Bau Lao, 30 tahun, salah satu wartawan Singapura ketika berbincang dengan merdeka.com.
Akibat kes ini, pedagang di Slim Lim Square ramai-ramai mengeluh. Lao punya tetangga yang memiliki kios di tingkat 5. "Dia mengaku sejak kes di Mobile Air diungkap, penjualan merudum 90 peratus. Tindakan nakal tujuh kios mempengaruhi seluruh bangunan," ungkapnya.
Sekadar mengingatkan, bulan lalu citra Slim Lim hancur setelah media internasional ramai-ramai mengangkat cerita sedih pelancung Vietnam Pham Van Thoai. lelaki malang itu bersama kekasihnya membeli iPhone 6 dengan harga normal USD 950 . Tapi, kerana tidak boleh berbahasa Inggeris, dia dipaksa pekerja kios Mobile Air menandatangani dokumen, isinya mewajibkan Pham membayar garansi USD 1,500. Kalau tidak dibayar tunai, telepon itu tak boleh dia bawa pulang.
Tahu dirinya ditipu, Pham sampai menangis dan bersujud minta wangnya dikembalikan. Di negaranya, lelaki itu cuma bekerja sebagai pegawai kilang. Ditangani Asosiasi Konsumen Singapura (CASE), lelaki Vietnam itu mendapat pengembalian wang USD 400.
Publik Singapura makin marah kerana lembaga pemerintah itu dianggap bersikap lembek. Padahal Mobile Air tercatat sudah 25 kali mendapat keluhan konsumen selama Ogos-Oktober 2014. Sang pemilik, Jover Chew, sampai sekarang lari entah ke mana.
Berbekal laporan yang menggunung, polis akhirnya menyiasat para pedagang nakal, disokong data Asosiasi Konsumen Singapura (CASE).
sumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment