04/12/2014
Paris - Seorang warga negara Perancis
dipenjara 5 tahun dalam kes langgar-lari di Tel Aviv, Israel.
Seorang wanita Israel meninggal dalam kecelakaan yang terjadi tahun 2011
lalu tersebut.
Seperti dilansir Reuters, Khamis (4/12/2014), korban yang bernama Lee Zeitouni (25), dilanggar ketika sedang menyeberang jalan di zon pejalan kaki di Tel Aviv pada September 2011 lalu. Akibat insiden ini, Zeitouni meninggal dunia.
Eric Robic (40) dinyatakan bersalah atas pembunuhan tidak disengaja terhadap Zeitouni dalam perbicaraan yang dijalankan pada Rabu (3/12) waktu setempat. Setelah melanggar Zeitouni, Robic malah memacu kecepatan keretanya dan lari dari lokasi kejadian.
Tidak hanya itu, Robic juga langsung terbang ke Perancis beberapa jam setelah kejadian. Mahkamah menyebutkan, Robic bahkan melanggar lampu merah sebelum melanggar Zeitouni yang sedang menyeberang.
"(Robic) Bertindak seperti penjudi...yang bermain dengan nyawa orang," ucap pendakwa Henry Guyomar dalam sidang.
"Dalam setiap aspek kehidupan, terdakwa tampaknya tidak memiliki kepekaan moral," imbuhnya.
Robic diadili bersama rakannya, Claude Khayat yang juga berada di dalam kereta saat kejadian. Mahkamah menjatuhkan Khayat dengan hukuman 15 bulan penjara atas dakwaan gagal membantu korban.
Kes ini sempat memicu ketegangan diplomatik antara Israel dengan Perancis kerana otoriti Perancis sempat menolak untuk mengekstradisi kedua lelaki tersebut kerana keduanya jelas-jelas warga negara Perancis.
Keluarga Zeitouni mengajukan gugatan terhadap otoriti Perancis terkait kes ini, sebelum kes ini akhirnya diicarakankan di Paris dan mencapai tahap keputusan bulan ini.
Seperti dilansir Reuters, Khamis (4/12/2014), korban yang bernama Lee Zeitouni (25), dilanggar ketika sedang menyeberang jalan di zon pejalan kaki di Tel Aviv pada September 2011 lalu. Akibat insiden ini, Zeitouni meninggal dunia.
Eric Robic (40) dinyatakan bersalah atas pembunuhan tidak disengaja terhadap Zeitouni dalam perbicaraan yang dijalankan pada Rabu (3/12) waktu setempat. Setelah melanggar Zeitouni, Robic malah memacu kecepatan keretanya dan lari dari lokasi kejadian.
Tidak hanya itu, Robic juga langsung terbang ke Perancis beberapa jam setelah kejadian. Mahkamah menyebutkan, Robic bahkan melanggar lampu merah sebelum melanggar Zeitouni yang sedang menyeberang.
"(Robic) Bertindak seperti penjudi...yang bermain dengan nyawa orang," ucap pendakwa Henry Guyomar dalam sidang.
"Dalam setiap aspek kehidupan, terdakwa tampaknya tidak memiliki kepekaan moral," imbuhnya.
Robic diadili bersama rakannya, Claude Khayat yang juga berada di dalam kereta saat kejadian. Mahkamah menjatuhkan Khayat dengan hukuman 15 bulan penjara atas dakwaan gagal membantu korban.
Kes ini sempat memicu ketegangan diplomatik antara Israel dengan Perancis kerana otoriti Perancis sempat menolak untuk mengekstradisi kedua lelaki tersebut kerana keduanya jelas-jelas warga negara Perancis.
Keluarga Zeitouni mengajukan gugatan terhadap otoriti Perancis terkait kes ini, sebelum kes ini akhirnya diicarakankan di Paris dan mencapai tahap keputusan bulan ini.
sumber: detikNews
No comments:
Post a Comment