Sunday, December 28, 2014

Merdeka.com melaporkan: 2014, tahun apes bagi syarikat penerbangan Malaysia

28/12/14

2014, tahun apes bagi maskapai Malaysia
Bangkai pesawat MH17 di Ukraine dievakuasi. ©REUTERS/Antonio Bronic
Tahun ini tiga kali berturut-turut pesawat milik Malaysia menjadi perbincangan publik. Keadaan seperti ini tentu tidak menguntungkan maskapai-maskapai tersebut lantaran adanya ketakutan menggunakan pesawat mereka.

Musibah pertama yaitu jatuhnya pesawat MH370 milik maskapai penerbangan Malaysia Airlines pada 8 Mac 2014 yang menewaskan 239 penumpang dan awak pesawat. Pesawat dengan route penerbangan Kuala Lumpur-Beijing ini dipercayai hilang di sekitar Laut China Selatan. Sampai saat ini misteri hilangnya MH370 belum terpecahkan.

Musibah yang kedua menimpa pesawat MH17 milik maskapai yang sama dengan MH370. Kali ini pesawat dengan route Amsterdam-Kuala Lumpur ini ditembak jatuh oleh rudal yang dipercayai milik Ukraine saat berada di langit Ukraine pada 17 Julai 2014. Pesawat ini berpenumpang 280 orang dan 15 kru.

Yang terakhir yaitu pesawat AirAsia dengan nombor penerbangan QZ8501 yang pada hari ini (28/12) mengalami hilang kontak. Pesawat Airbus A320 berpenumpang 155 orang dan 7 awak kapal ini dipercayai hilang di sekitar Perairan Kalimantan dan Bangka Belitung.

Pesawat route Surabaya-Singapura ini berangkat pukul 05.20 WIB dari Lapangan |Terbang Juanda, Surabaya dan seharusnya tiba di Singapura pukul 08.30 waktu setempat. Hingga saat ini pencarian masih terus dilakukan pemerintah Indonesia, dibantu dengan pemerintah Singapura dan Malaysia.
[did]  Merdeka.com

No comments:

Post a Comment