1/12/14
Jayne dan Jon Cornwill dengan anak perempuan mereka hasil rekayasa kelamin. dailymail.co.uk ©2014 Merdeka.com
Seorang ibu dari Australia menggelontorkan dana hingga Syarikat lantaran rekayasa kelamin di negaranya ilegal.
Seorang ibu dari Australia menggelontorkan dana hingga Syarikat lantaran rekayasa kelamin di negaranya ilegal.
Surat habar the Daily Mail melaporkan, Isnin (1/12), Jayne Cornwill dan suaminya Jon sebelumnya sudah memiliki tiga anak lelaki. Namun Jayne merasa keluarganya belum lengkap tanpa kehadiran bayi perempuan. Pasangan itu akhirnya melakukan prosedur kehamilan dengan melakukan rekayasa gender pada embrio.
Pasangan asal Kota Adelaide ini bahkan rela merogoh kocek ribuan dolar dan meyakinkan diri prosedur ini bakal berhasil. "Suami dan saya selalu mementingkan keluarga dan masa depan kami. Kami datang dari latar belakang keluarga besar dan pelbagai jenis kelamin ada. Kami ingin hal yang sama pada keluarga kecil ini. Anak-anak saya boleh membesar dengan mengenal jenis kelamin lelaki dan perempuan," ujar Jayne.
Jayne juga mengatakan Jon sangat menginginkan anak perempuan dan semua anak lelakinya ingin saudara berbeda kelamin dengan mereka. Ketika prosedur itu berhasil Jayne sangat gembira. Menurutnya memiliki anak perempuan lebih berharga dari rumah mewah, pekerjaan bergaji tinggi, dan kereta bagus.
Demi memuluskan rekayasa gender ini, Jayne menghubungi Doktor Daniel Potter berdomisili di Negara California. Dia melakukan pembedahan implan genetik yang boleh memilih kelamin ketika janin masih menjadi embrio. Doktor ini menerima sekitar 50 pesakit saban bulan dan 45 peratusnya pasangan Australia.
Potter mengatakan apa yang dia lakukan tidak melanggar hukum dan boleh memberikan keseimbangan dalam keluarga.
Jayne memberikan nama Emmie pada anak perempuannya. Sejak Emmie lahir dia giat menyuarakan agar pemilihan kelamin pada anak boleh disahkan di Australia.
Natural selection: Jayne Cornwill with daughter Emmerson. Photo: David Solmsumber: Merdeka.com
No comments:
Post a Comment