Wednesday, December 17, 2014

Selain bantai 146 orang, Taliban paksa murid lihat guru dibakar

17/12/14
Selain bantai 146 orang, Taliban paksa murid lihat guru dibakar
Salah satu murid selamat dari serbuan Taliban di Pakistan. ©2014 Merdeka.com/Demotix   
Taliban kelmarin (16/12) melakukan serangan teror paling buruk sepanjang sejarah Pakistan. Sembilan militan radikal menyerbu komplek sekolah dikelola tentera di Kota Peshawar. Mereka boleh menerobos masuk ke lembaga pendidikan itu kerana memakai seragam tentera Pakistan. Para militan membawa bom dan senapang berat. 
 
Setelah sembilan jam menembak  dan meledakkan beberapa bangunan, korban maut mencapai 146 orang. Majoriti adalah pelajar sekolah rendah dan menengah, serta guru. Sedangkan 113 pelajar lainnya cedera parah.

Serbuan balik oleh tentera Pakistan, membunuh seluruh anggota Taliban. Sayangnya, pasukan pemerintah baru datang selepas satu militan dikhabarkan meledakkan diri di ruangan berisi 60 murid.

Seperti dilaporkan Stesyen Televisyen NBC yang ada di dekat lokasi,tentera  Pakistan mendapat pengakuan murid dan saksi   lainnya soal kekejaman para militan itu.

Siswa yang tidak dibunuh, terutama pelajar puteri dari jenjang sekolah rendah, dipaksa melihat guru mereka dibunuh. "Para militan itu menyiram minyak ke tubuh sang guru lalu memaksa murid-murid itu menyaksikannya," kata seorang petugas antiteror Pakistan yang tidak disebut namanya.

Lorong-lorong Rumah Sakit Tentera Kota Peshawar dijejali mayat para pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah warna hijau-kuning.
Kepada Daily Mail, salah seorang orang tua mangsa yang meninggal menangis dan mengecam Taliban. "Apa salah anak saya, mereka tidak membawa senjata. Ini nyata-nyata ketidakadilan," raungnya.

Akibat insiden ini, Tentera Pakistan bersumpah akan menghabisi Taliban.
Sedangkan Jurucakap Taliban Umar Muhammad Khurasani membenarkan pihaknya mengirim sembilan militan. Kelompok radikal itu mengaku sakit hati keluarga mereka diserang oleh tentera Pakistan beberapa bulan lalu.

Khurasani menjelaskan, para militan itu sudah dilengkapi bom bunuh diri. Teror ini dilakukan, kerana tentera Pakistan membunuh anggota mereka di wilayah kekuasaan Taliban Jun  lalu.

"Ini adalah serangan balasan atas serangan tentera di Waziristan Utara. Kami sengaja menyasar sekolah agar tentera Pakistan merasakan pula sakitnya kehilangan keluarga," kata Khurasani.

Dunia mengutuk serang teroris paling buruk sepanjang sejarah Pakistan itu. Perdana Menteri Britain David Cameron menilai aksi Taliban mengerikan. "Kekejaman ini sangat mengejutkan dan tak boleh  diterima," ujarnya.
"Penculikan dan pembunuhan anak-anak sudah melampaui kekejaman apapun yang sudah dialami Pakistan yang sudah dicengkeram teror dan kekerasan selama bertahun-tahun," ujar Menteri Luar Negeri Jerman Frank-Walter Steinmeier.

India yang biasanya tak akur dengan Pakistan menyebut teror Taliban nista. Perdana Menteri Narendra Modi menilai kelompok radikal itu amat pengecut.
"Aksi Taliban itu adalah sebuah aksi tak berperikemanusiaan dan merupakan sebuah kebrutalan yang tak boleh  digambarkan dengan kata-kata. India ikut merasakan duka Pakistan," ujar Modi.
sumber  :  Merdeka.com

No comments:

Post a Comment