Tuesday, February 3, 2015

Lelaki Irak Balas Dendam Bunuh 7 Militan ISIS atas Kematian Puteranya

  3 Februari 2015
 
Daily Mail Anggota ISIS, yang berbaju hitam dan berdiri, dengan para tawanan mereka.

BAGHDAD, KOMPAS.com — Seorang lelaki Irak menembak mati tujuh anggota militan ISIS dalam sebuah aksi balas dendam atas kematian puteranya yang dieksekusi kelompok teroris itu. Demikian menurut laporan sejumlah media setempat yang dikutip Daily Mail Online, Isnin (2/2/2015).

Lelaki itu bernama Basil Ramadan dan dilaporkan berusia 60-an tahun. Dia menggunakan senjata AK-47 ketika merobohkan sekelompok militan itu di sebuah pos pemeriksaan di Tikrit, di sebelah barat laut Baghdad, yang ketika  ini dikawal  ISIS. Ramadan sendiri akhirnya juga terbunuh kerana ditembak.

Putera Ramadan, yaitu Ahmed Basil Ramadan (18 tahun), merupakan salah seorang  dari delapan orang yang dieksekusi ISIS pada Januari lalu. Mereka dituduh telah menyusup ke dalam kelompok teror itu dan menjadi mata-mata bagi Pemerintah Irak.

ISIS merilis sejumlah foto yang berasal dari sebuah video tentang eksekusi terhadap Ahmed Basil Ramadan dan tujuh orang lainnya. Mereka semua dikatakan sebagai anggota polis , yang dituduh telah memata-matai ISIS untuk kepentingan Pemerintah Irak. Foto-foto dari video itu, yang berjudul "Hari Kiamat", menunjukkan delapan warga Irak berpakaian oren mirip para tahanan Teluk Guantanamo.

Di belakang mereka, berdiri pasukan keselamatan ISIS yang kejam, yang dikenal kerana melaksanakan eksekusi massal di tempat umum pada siang bolong.

Beberapa dari korban, termasuk putera Ramadan, disebutkan dalam keterangan foto dan tampaknya telah diwawancarai untuk video itu karena mereka terlihat mengenakan mikrofon. Dalam video tersebut, Ahmad Basil Ramadan dituduh telah memberikan maklumat  tentang lokasi rumah para perajurit ISIS. Pemimpin kelompok "mata-mata" itu disebut sebagai Kapten Hossam Salah Bnosh. Menurut media milik ISIS, Bnosh dan tujuh polis  lainnya itu telah  bergabung dengan ISIS.

Namun, setelah mereka menyusup ke dalam pasukan keselamatan ISIS, kedelapan orang itu mulai secara diam-diam menjadi mata-mata untuk Pemerintah Irak. Kelompok itu dituduh telah memberikan maklumat intelijen kepada Pemerintah Irak, mengidentifikasi fasiliti ISIS untuk dijadikan sasaran bagi serangan udara pasukan koalisi.

Seorang tawanan lain disebut bernama Marwan Habib Said. Dia dikhabarkan bergabung dengan pasukan ISIS, tetapi tertangkap ketika memberikan maklumat tentang ISIS kepada Pemerintah Irak.

Foto-foto tersebut menunjukkan bagaimana kedelapan tahanan ditutup matanya dan digiring di sepanjang tepi sungai, kemungkinan besar sungai Efrat. Tangan mereka digari di belakang punggung dan masing-masing anggota ISIS tampaknya mencengkeram leher mereka ketika para korban berbaris menuju kematiannya.

Mereka sepertinya dibawa ke daerah sepi yang jauh dari kota, mungkin di bawah sebuah jambatan jalan tol, dekat sungai. Para tawanan dipaksa untuk berlutut. Mata mereka ditutup, lalu menunggu saat para militan menarik picu pistol mereka.

Para tawanan ditembak dengan masing-masing satu peluru di kepala.
Editor : Egidius Patnistik
Sumber: Daily Mail

No comments:

Post a Comment