Monday, February 2, 2015

Peranchis Buka Penyiasatan Kriminal AirAsia QZ8501

Liputan6.com, Peranchis - Otoritai Peranchis menyatakan telah melakukan penyiasatan jenayah atas musibah jatuhnya AirAsia QZ8501 di Laut Jawa bulan lalu. Kopilot berkebangsaan Perancis, Remi Immanuel Plesel disebutkan mengendalikan pesawat tersebut.

"Seorang hakim Peranchis akan menyiasat kemungkinan telah terjadi 'pembunuhan yang tidak disengaja' terkait kecelakaan AirAsia QZ8501 yang menewaskan 162 orang," demikian disampaikan sumber dari mahkamah pada Jumaat 30 Januari waktu setempat seperti dikutip dari AsiaOne, Sabtu (31/1/2015).

Penerbangan QZ8501 dinyatakan hilang kontak dalam cuaca badai pada 28 Disember 2014 di Laut Jawa. Pesawat tersebut terbang dari Surabaya ke Singapura. Sejauh ini baru 72 jenazah yang ditemukan, dari 162 orang di dalam burung besi tersebut.

Pada Khamis 29 Januari, Komite Keselamatan Transportasi Nasional (KNKT) Indonesia yang menganalisis kotak hitam AirAsia QZ8501 mengatakan, sebelum kecelakaan, pesawat itu naik dengan cepat di daerah dengan awan badai besar.

KNKT Indonesia juga mengungkapkan, Airbus A320-200 itu dikendalikan oleh kopilot Peranchis, Remi Plesel sebelum jatuh. Bukan dikemudikan sang pilot Kapten Iriyanto, mantan pilot jet tempur yang telah memiliki sekitar 20 ribu jam terbang.

Secara terpisah keluarga Plesel di Peranchis mengajukan tuntutan terhadap AirAsia Indonesia kerana telah membahayakan kehidupan orang lain. Kerana maskapai tersebut tak memiliki izin terbang dengan route Surabaya-Singapura pada hari kecelakaan itu.

"Keluarga Remi Plesel itu sangat gembira atas  penyiasatan   kriminal ini. Kami berharap kebenaran akan terungkap. Ini akan memungkinkan kita untuk akhirnya mengajukan pertanyaan yang tepat," kata peguam mereka, Eddy Arneton. (Tnt/Sss)

sumber: liputan6.com

No comments:

Post a Comment