Monday, March 9, 2015

Mati ditikam ketika sedang menelepon suami

  9 Mac 2015
 
Shutterstock Ilustrasi penikaman.
SYDNEY, Seorang wanita mati ditikam   di sebuah taman di Sydney, Australia ketika sedang   berbicara di telepon dengan suaminya yang tinggal di India. Demikian media setempat melaporkan, Isnin (9/3/2015).

Pekerja IT Prabha Arun Kumar (41) ditikam  ketika dia berjalan di taman Paramatta wilayah barat Sydney pada sekitar pukul 21.30 waktu setempat. Prabha memilih melintasi taman itu untuk jalan pintas ke kediamannya. Ketika ditikam, jarak Prabha dan kediamannya hanya sekitar 300 meter.

"Sayang, seseorang menikamku," kata Prabha kepada suaminya, Arun Kumar, seperti dilaporkan harian The Daily Telegraph.

Tak lama kemudian seorang pejalan kaki menemui Prabha yang tergeletak lalu memanggil bantuan untuk membawa wanita itu ke rumah sakit. Namun, nyawanya tak dapat diselamatkan akibat terlalu banyak kehilangan darah.

"Ini adalah satu serangan mengerikan yang sama sekali tak pernah terbayangkan," kata Superintendent Wayne Cox dari Polis Sydney.

Berita penusukan itu membuat Arun Kumar, suami Prabha terus terbang ke Australia dari India, di mana dia tinggal bersama puterinya yang baru berusia sembilan tahun.

Rakan satu apartemen Prabha mengatakan, perempuan itu nampaknya tak ingin menyusahkan siapapun untuk menjemputnya di stesyen keretapi Paramatta setelah dia harus bekerja lembur.

"Dia kerap bekerja hingga larut malam dan dia tak ingin menyusahkan siapapun. Mungkin itulah sebabnya dia tak menelepon (untuk dijemput)," kata Sarada, teman satu apartemen Prabha.

Sarada mengatakan dia sudah berulang kali mengatakan kepada temannya itu agar tidak melintasi taman di saat malam hari. "Saya katakan kepada dia tak selamat  berjalan melintasi taman ketika     malam hari kerana banyak pemerasan," ujar Sarada.

"Saya tak menyangka harus bertemu suaminya. Dia sangat dekat dengan suami dan puterinya. Dia menelepon mereka setiap hari, setelah bekerja. Dia memiliki keluarga yang bahagia," lanjut Sarada.

Polis Sydney langsung membentuk pasukan untuk menyiasat tuntas kes penikaman itu namun sejauh ini belum menangkap seorangpun tersangka.

Sejumlah kekerasan terhadap warga India di Australia sempat muncul pada 2010, termasuk penikaman seorang mahasiswa asal Punjang berusia 21 tahun Nitin Garg saat pemuda itu pulang dari sebuah restoran makanan segera di Melbourne.

Kes penikaman Nitin Garg itu sempat membuat hubungan diplomatik Australia dan India memanas. Namun sejak jumlah pelancung dari India ke Australia meningkat, PM Narendra Modi menggambarkan hubungan kedua negara sudah kembali hangat ketika  dia berkunjung ke Australia pada 2014.
Editor : Ervan Hardoko
Sumber: AFP/KOMPAS.com 

No comments:

Post a Comment