New Delhi - Polis India menyiasat secara
mendalam idi atas insiden kematian dua lelaki pelaku pemerkosaan dan kekerasan
seksual yang dihakimi massa. Keduanya meninggal diserang warga yang marah
atas perbuatan kejam mereka, dalam insiden berbeda.
Insiden pertama terjadi di wilayah Nagaland, pada Khamis (5/3), ketika sekelompok warga menyeret keluar suspek kes pemerkosaan yang ditahan di dalam penjara kota Dimapur. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2015).
Rombongan warga yang gelap mata menelanjangi pelaku dan memukulnya hingga mati. Tidak hanya itu, warga juga menggantung lelaki ini di menara jam yang menjadi ciri khas kota tersebut.
Sedangkan insiden kedua terjadi di kota Varanasi, pada Jumaat (6/3), setelah sejumlah remaja perempuan mengaku dicabuli oleh beberapa lelaki ketika merayakan festival Hindu, Holi.
"Warga marah setelah adanya laporan sejumlah gadis muda kepada keluarga mereka, bahawa mereka dicabuli... oleh beberapa lelaki dari wilayah tersebut (Varanasi-red)," tutur pegawai polis setempat, Anil Kumar kepada AFP.
"Kami menyiasat kekerasan massa dan juga mencari tahu apakah lelaki yang meninggal memang benar salah satu pelaku pencabulan. Lelaki yang meninggal berusia 50-an tahun dan dipukul dengan tongkat kayu. Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang ditangkap," imbuhnya.
Sedangkan untuk kes kekerasan massa di wilayah Dimapur, Nagaland, belum ada pelaku yang ditangkap. Ketua Menteri Wilayah Nagaland, TR Zeliang menyatakan penyiasatan atas kekerasan massa yang berakhir kematian seorang tahanan di wilayahnya, masih terus dijalankan.
Untuk sementara, jam malam (warga tidak dibenarkan keluar) diberlakukan di kota Dimapur. Ratusan personel polis anti rusuhan dikerahkan ke jalan-jalan untuk melakukan patroli.
"Jam malam masih akan berlanjut hingga situasi pulih. Kami akan melakukan apapun yang mungkin, demi menghentikan meluasnya insiden ini," tegas Zeliang.
Ditambahkan Inspektor Polis Dimapur, Meren Jamir kepada AFP, bahawa seorang pemuda berusia 25 tahun yang ikut serta dalam kekerasan massa tersebut, meninggal setelah terkena tembakan peringatan polis setempat.
Insiden pertama terjadi di wilayah Nagaland, pada Khamis (5/3), ketika sekelompok warga menyeret keluar suspek kes pemerkosaan yang ditahan di dalam penjara kota Dimapur. Demikian seperti dilansir AFP, Sabtu (7/2/2015).
Rombongan warga yang gelap mata menelanjangi pelaku dan memukulnya hingga mati. Tidak hanya itu, warga juga menggantung lelaki ini di menara jam yang menjadi ciri khas kota tersebut.
Sedangkan insiden kedua terjadi di kota Varanasi, pada Jumaat (6/3), setelah sejumlah remaja perempuan mengaku dicabuli oleh beberapa lelaki ketika merayakan festival Hindu, Holi.
"Warga marah setelah adanya laporan sejumlah gadis muda kepada keluarga mereka, bahawa mereka dicabuli... oleh beberapa lelaki dari wilayah tersebut (Varanasi-red)," tutur pegawai polis setempat, Anil Kumar kepada AFP.
"Kami menyiasat kekerasan massa dan juga mencari tahu apakah lelaki yang meninggal memang benar salah satu pelaku pencabulan. Lelaki yang meninggal berusia 50-an tahun dan dipukul dengan tongkat kayu. Sejauh ini, sudah ada tiga orang yang ditangkap," imbuhnya.
Sedangkan untuk kes kekerasan massa di wilayah Dimapur, Nagaland, belum ada pelaku yang ditangkap. Ketua Menteri Wilayah Nagaland, TR Zeliang menyatakan penyiasatan atas kekerasan massa yang berakhir kematian seorang tahanan di wilayahnya, masih terus dijalankan.
Untuk sementara, jam malam (warga tidak dibenarkan keluar) diberlakukan di kota Dimapur. Ratusan personel polis anti rusuhan dikerahkan ke jalan-jalan untuk melakukan patroli.
"Jam malam masih akan berlanjut hingga situasi pulih. Kami akan melakukan apapun yang mungkin, demi menghentikan meluasnya insiden ini," tegas Zeliang.
Ditambahkan Inspektor Polis Dimapur, Meren Jamir kepada AFP, bahawa seorang pemuda berusia 25 tahun yang ikut serta dalam kekerasan massa tersebut, meninggal setelah terkena tembakan peringatan polis setempat.
Sumber:detikNews 7/3/15
No comments:
Post a Comment